Tebing Longsor Nyaris Timbun Rumah

    Tebing Longsor Nyaris Timbun Rumah
    KERJA BAKTI. Sejumlah warga dibantu anggota BPBD, TNI dan Polri bahu membahu membersihkan longsoran tanah di Desa Banjarsari, kemarin.

    TEMANGGUNG – Hujan yang turun dalam waktu dua hari terakhir, menyebabkan tebing setinggi 6 meter dengan panjang 10 meter di Desa Banjarsari Kecamatan Bejen longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

    Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan, tebing yang longsor akibat tidak bisa menahan derasnya air hujan itu berada di belakang rumah milik Sutarno (58) warga Desa Banjarsari.

    “Desa Banjarsari Kecamatan Bejen ini memang menjadi salah satu daerah yang rawan bencana tanah longsor,” katanya.

    Selain berada di daerah perbukitan, kontur tanah desa tersebut juga sangat labil. Terutama saat hujan turun dalam waktu yang cukup lama seperti dua, tiga hari terakhir ini.

    “Tanahnya tanah merah, jadi sangat labil sekali, jika hujan dalam waktu yang lama, sebaiknya warga yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat dengan tebing sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pesannya.

    Menurutnya, saat tebing di belakang rumah milik Sutarno longsor, seluruh penghuni sedang tidak berada di rumah bagian belakang, sehingga semua keluarga selamat dari bencana tersebut.

    “Bagian dapur yang tertutup longsoran tanah itu, saat itu Sutarno beserta istri sedang berada di ruangan lain,” ujarnya.

    Saat ini lanjut Gito, pihaknya bersama warga, TNI dan Polri dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya sudah berusaha membersihkan material longsoran tanah dari belakang rumah korban.

    “Memang rusaknya tidak terlalu parah, tapi bagian dapur rusak dan kerugian diperkirakan lebih dari Rp10 juta,” jelasnya.

    Sementara itu Sunarto menuturkan, setelah hujan mulai reda, dirinya bersama istri langsung beranjak dari dapur menuju ke ruangan lain, kemudian setelah beberapa saat kemudian terdengar suara gemuruh.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melirik Potensi Usaha Budidaya Tawon Klanceng

    “Sempat kaget juga, soalnya suara yang ditimbulkan dari runtuhan tanah itu cukup besar,” ceritanya.

    Mendengar suara tersebut, dirinya beserta istri langsung keluar rumah, kemudian memastikan sumber suara tersebut dengan mendatangi belakang rumah miliknya.

    “Setelah suara itu berhenti kemudian saya kembali masuk rumah dan langsung menuju ke ruang belakang, ternyata longsoran tanah sudah masuk ke dapur,” katanya.

    Ia berharap, kedepan ada bantuan berupa material bangunan, sehingga bagian belakang rumah miliknya yang rusak akibat longsor ini bisa segera diperbaiki.(set)