Tebing Jalan Raya Weleri-Patean Dibronjong

Tebing Jalan Raya Weleri-Patean Dibronjong
PEKERJAAN. Sebanyak delapan pekerja tampak melakukan penkerjaan pembronjongan tebing Jalan Raya Weleri-Patean di KM 51520 yang ambrol.

KENDAL – Tebing Jalan Raya Weleri-Patean, berada di KM 51520 di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung, yang ambrol beberapa pekan lalu akhirnya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng. Sejak pekan kemarin, sejumlah pekerja mulai tebing yang longsor dengan dibronjong.

Pengerjaan telah dimulai sejak 17 Juli dan ditargetkan rampung dalam satu bulan. Terlebih, jalur tersebut merupakan akses dengan lalu lintas pengguna jalan yang cukup padat. Warga sekitar bahkan secara sukarela ikut membantu mengatur lalu lintas dengan sistem buka tutup, sehingga pekerjaan tak terganggu.

Ambrol Saat Musim Hujan

Pengawas lapangan DPU Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Sulton mengatakan, Jalan Raya Weleri-Patean, di titik KM 51520 Desa Pagergunung itu ambrol saat musim hujan lalu. Sebagaimana informasi dari warga, ambrolnya tebing jalan tersebut tidaklah sekaligus, akan tetapi bertahap. Kali pertamanya peristiwa longsor itu terjadi di akhir bulan Februari.

“Saat itu ambrolnya belum begitu luas. Namun, karena intensitas hujan tinggi yang terjadi di wilayah ini merambah hingga bulan Maret membuat longsoran tebing meluas hingga merobohkan pohon-pohon. Agar tak semakin bertambah ambrol, maka dilakukan pembronjongan,” katanya, Rabu (24/7).

Dijelaskan Sulton, pekerjaan pembronjongan tebing itu dilakukan oleh delapan pekerja sepanjang 30 meter dan tinggi 8 meter. Dia optimis, pekerjaan akan rampung dikerjakan dalam satu bulan.

“Untuk besaran anggaran kurang tahu persisnya. Tapi proyek pekerjaan pembronjongan ini ditargetkan satu bulan sudah selesai. Sehingga pengguna jalan lebih- lebih bagi pengemudi bus dan truk besar tidak perlu kawatir lagi saat melintas di jalan ini,” terangnya.

Salah satu pengguna jalan, Rasyid, mengaku sering melintas Jalan Raya Weleri-Patean saat akan pergi ke wilayah atas. Kondisi yang gelap tanpa lampu penerangan karena berada di tengah hutan membuat tebing jalan raya yang ambrol itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Jika tidak hati-hati saat berkendara, apalagi di malam hari, maka pengguna jalan bisa terperosok ke jurang.

Artikel Menarik Lainnya :  Diduga Terlibat Kasus Kredit Fiktif, Mantan Karyawan Bank BUMN di Brebes Ditahan

“Longsornya sudah lama. Syukur ada perhatian dari pemerintah daerah provinsi melalui dinas terkait dengan dilakukan pekerjaan pembronjongan ini. Semoga saja kualitas bronjongnya kuat saat dilalui kendaraan berat. Tak sedikit truk besar dan bus yang juga melintas di jalan ini,” katanya. (lid)