Tarling Bupati dan Wabup Wonosobo Sasar 25 Desa dengan Kemiskinan Ekstrim

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Bupati dan Wakil Bupati akan menggelar tarawih keliling selama bulan suci Ramadan tahun 2022. Tarling tersebut bakal nyasar 25 desa dengan kemiskinan ekstrim yang tersebar di 5 kecamatan.

“Bulan Ramadan ini kita akan gelar tarawih keliling, dengan sasaran 25 desa dengan kemiskinan ekstrim di Wonosobo,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menetapkan sasaran prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem di 5 kecamatan, meliputi Mojotengah, Kertek, Kalikajar, Sapuran dan Kepil. Kemiskinan ekstrim merupakan kondisi dimana masyarakat berada di bawah garis kemiskinan atau setara dengan pendapatan per hari per kepala keluarga sebesar Rp 11.000,

“Dalam momentum tarling itu, kita akan mendorong pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan upaya yang lebih fokus dalam pola penanganan kemiskinan. Selain itu juga penyerahan bantuan dari para donatur dalam bentuk natura bagi warga miskin,” katanya.

Angka kemiskinan di Wonosobo masih menjadi momok bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Data tahun 2021 menyebut, angka kemiskinan mencapai 17,67 persen alias menempati posisi kedua tertinggi se-Jawa Tengah. Terkait hal itu, pemkab inisiasi gerakan bersama entaskan kemiskinan ekstrim fokus di 25 desa.

“Masalah ini menjadi perhatian semua pihak, sehingga berbagai upaya mengentaskan kemiskinan terus dilakukan, ayo kita gotong royong bersama menekan angka kemiskinan,” katanya.

Sementara Itu, Wakil Bupati Muhammad Albar mengatakan bahwa dalam kesempatan tarling yang digelar pemkab dengan menyasar 25 desa miskin ekstrim, sekaligus akan menjalankan Gerakan Entaskan Kemiskinan Menuju Sejahtera (Gerimis Mesra).

“Jadi Gerimis Mesra ini merupakan kolaborasi lintas sektor dengan menyumbangkan bahan makanan atau bahan kebutuhan pokok masyarakat yang mengandung protein dan kalori tinggi bagi lapisan masyarakat yang benar-benar miskin terdampak covid-19, maka kami utamakan bagi 25 desa di Wonosobo dengan kemiskinan ekstrim,” katanya.

Gerakan tersebut telah dipersiapkan dengan  matang dan terencana juga perlunya berbasis “single data” sehingga masyarakat penerima bantuan sosial tepat sasaran secara komprehensif. Selain itu, Albar juga menyinggung permasalahan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ekonomi yang menurutnya juga sebagai penyumbang angka kemiskinan yang masih tinggi.

“Kita bersama tetap optimis dan bekerja keras untuk menyukseskan Gerimis Mesra ini dengan mengkaji dan membuat perencanaan yang matang, sehingga output target angka kemiskinan beberapa bulan ke depan dapat menurun,” jelasnya.

Gerimis Mesra juga mendukung mensukseskan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret dan September 2022. Masyarakat diharapkan  berpartisipasi aktif memberikan data atau informasi yang tepat dan membantu meningkatkan konsumsi makanan warga sangat miskin terhadap Susenas tersebut.

“Kami berharap angka kemiskinan di Wonosobo dapat menurun, melalui Gerimis Mesra ini konsumsi kalori dan protein meningkat serta pendapatan masyarakat juga meningkat sehingga target penurunan kemiskinan mampu di angka 14%,” pungkasnya. (gus)