Tangani Covid-19, Pemkab Magelang Siapkan Rp44,7 Miliar

ANGGARAN. Assisten Administrasi Umum Setda kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, sampaikan, penanganan Covid-19, Pemkab Magelang siapkan anggaran Rp44,7 miliar.
ANGGARAN. Assisten Administrasi Umum Setda kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, sampaikan, penanganan Covid-19, Pemkab Magelang siapkan anggaran Rp44,7 miliar.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Untuk penanganan covid-19, Pemkab Magelang siapkan anggaran sebanyak Rp 44,7 miliar. Dana tersebut merupakan hasil dari penggeseran-penggeseran anggaran.

Assisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis menyampaikan, meskipun anggaran ada penggeseran, tidak boleh digunakan seenaknya. Semuanya berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Asfuri memaparkan, untuk ketersediaan anggaran yang bisa digeser, awalnya atau tahap pertama adalah Rp21,5 miliar. Dana ini berasal dari Dana Insentif Daerah (DID). Kemudian ditambah lagi Rp 5 miliar dan Rp 18,2 miliar dari DTT (Dana Tak Terduga).

“Sementara jumlahnya Rp 44,7 miliar. Ini terkait dengan anggaran yang telah dilakukan persiapan-persiapan. Misal terkait nanti tambah atau tidak, tentu nanti menyusul, sesuai dengan kebutuhan,” papar Asfuri, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Edy Susanto, dan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan, Nanda Cahyadi Pribadi, di Ruang Command Center Pusaka Gemilang, Selasa (7/4).

Asfuri menyampaikan, bahwa Bupati Zainal Arifin sangat concern dan fokus, terkait dengan kegiatan ini. Harapannya, anggaran dapat mencukupi dengan baik. Caranya dengan melakukan relokasi anggaran.

“Tentu yang bisa digeser, karena ini adalah bentuk komitmen Pak Bupati guna prioritas penanganan Covid-19 ini,” tandas Asfuri.

Sementara, Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Bar Kuncoro, menambahkan, warga Kabupaten Magelang yang berstatus ODP didominasi para pendatang atau pemudik.

“Dikarenakan di kota sebelumnya mereka di rumahnya, adapun di sini (Kabupaten Magelang) status mereka adalah Orang dalam pemantauan (ODP).

Mereka rata-rata dari Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek),” tutur Bar Kuncoro.(cha).