Tanamkan Nasionalisme, Ribuan Siswa SD-SMK di Temanggung Serempak Mencuci Bendera

Ratusan siswa SMK Bhumi Phala menjemur bendera di halaman sekolah, setelah dicuci serentak
JEMUR. Ratusan siswa SMK Bhumi Phala menjemur bendera di halaman sekolah, setelah dicuci serentak, Kamis (4/48). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Menjelang perayaan hari Kemerdekaan RI ke-77, sebanyak 3.428 pelajar dari SD, MI, SMP, MTS dan SMK di Parakan mencuci bendera merah putih secara bersama-sama di halaman SMK Mipha dan Taman Bambu Runcing Parakan, Kamis (4/8).

Bendera merah putih merupakan simbol negara yang harus dijaga. Dengan mencuci bendera ini diharapkan bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme pada siswa.

Kepala SMK MIPHA Parakan Slamet Purwanto mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng siswa dari tingkat SD sampai SMK di Parakan, dengan tujuan agar mereka bisa merawat kemerdekaan ini.

“Masyarakat di sekitar sekolah juga ikut berpartisipasi, ini menunjukkan bahwa rasa nasionalisme dan rasa memiliki masih sangat kuat,” katanya.

Kegiatan pencucian bendera ini awalnya terinspirasi dari tagline nasional yakni, pelajar bangkit sekolah pulih, sudah dua tahun pandemi, sehingga harus mensinergikan kekuatan pelajar supaya lebih semangat mengaplikasikan diri di dalam profil pelajar Pancasila ini.

Filosofi mencuci bendera sendiri adalah menenanamkan rasa nasionalisme, karena bendera merah putih ini menjadi salah satu identitas nasional yang wajib dijaga.

“Sekarang ini kita tidak lagi perlu mencari kemerdekaan, kemerdekaan sudah diraih oleh para pahlawan pendiri bangsa ini, merawatnya salah satunya dengan mencuci bendera,” katanya.

Adapun air yang dipergunakan untuk mencuci diambilkan dari tujuh mata air, seperti umbul Jumprit, Liyangan, Situk, Tuk Budaya, dan Tuk Mulyo. Sejumlah mata ir tersebut menjadi mata air penghidupan bagi masyarakat, karena mata air itu tidak pernah mati meskipun musim kemarau tiba.

“Mencuci bendera merah putih bersama ini sebagai sarana penanaman karakter agar menjadi pelajar Pancasila,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo mengatakan, pemerintah mendukung adanya mencuci bendera merah putih oleh ribuan pelajar dari SD/MI, SMP, SMA/SMK.

“Apa yang dilakukan siswa ini sebagai penyemangat dalam menumbuhkan dan membentuk karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Agus berharap kegiatan itu bukan sekedar seremonial namun berkelanjutan dalam penanaman nasionalisme dan gelorakan semangat mengisi kemerdekaan dengan jiwa serta semangat proklamasi.

Menurutnya, Temanggung dan Parakan sebagai kota pusaka telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang di antaranya Muh Roem, Kiai Subkhi dan Bambang Sugeng.

“Mereka akan selalu memberi spirit terutama generasi muda,” kata dia.

Anggota DPRD Kabupaten Temanggung Riyadi Kaunaen mengatakan, kegiatan pencucian bendera merah putih menjelang perayaan Kemerdekaan RI ke-77 ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme.

“Kegiatan seperti ini sangat tepat sekali diberikan kepada siswa, generasi kita untuk mengenang jasa Pahlawan pendiri bangsa ini,” katanya.

Siswa SMK Bhumi Phala Naftalia Jingga menuturkan, sampai saat ini baru sekali mencuci bendera, apalagi secara bersama-sama seperti ini, rasanya lebih mengobarkan semangat.

“Ternyata bukan hanya sekedar mencuci, banyak makna dan inspirasi salah satunya dengan Fatmawati yang membuat bendera sang saka merah putih,” tuturnya. (set)