Tambah 4 Lagi, Kasus Positif Corona di Kota Magelang Jadi 57

Tambah 4 Lagi, Kasus Positif Corona di Kota Magelang Jadi 57

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Jumlah kasus baru positif Covid-19 di Kota Magelang bertambah lagi, Selasa (4/8). Ada 4 kasus baru dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus positif menjadi 57 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang merilis tambahan empat orang tersebut yang masih satu keluarga. Mereka tinggal di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara. Mereka diduga tertular seusai mengikuti acara hajatan di Gombong, Kebumen.

“Keempat orang ini masih satu keluarga yaitu anak dan orangtua, tetapi tidak bergejala sehingga tidak dirawat di rumah sakit. Hanya menjalani isolasi mandiri di rumah,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto.

Ia menjelaskan, sebelumnya satu keluarga ini telah menjalani tes cepat (rapid test) sebagai syarat menghadiri Prasetia Perwira (Prasta) di Akademi Militer (Akmil). Mereka diketahui nonreaktif dari hasil tes cepat tersebut.

“Usai dari acara Praspa di Akmil, mereka kemudian bepergian ke Gombong, infonya ikut acara nikahan dan menengok orangtua mereka. Setelah kembali ke Magelang, ada salah satu anggota keluarga yang sakit demam kemudian diperiksa di RST dr Soedjono, di-swab dan hasilnya positif,” ujar Majid yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang itu.

Begitu mendapatkan data satu orang yang positif, Gugus Tugas kemudian melacak (tracing) kontak erat. Termasuk tiga anggota keluarga lainnya.

“Hasilnya empat orang dalam satu keluarga ini dinyatakan positif Covid-19. Tapi hanya pulang dipantau karena tidak ada gejala,” tandasnya.

Baca Juga
KPU Purworejo Siap Hadapi Gugatan Bapaslon Perseorangan

Pada hari yang sama, Dinas Kesehatan Kota Magelang juga memeriksa 50 spesimen swab. Sebagian dari mereka adalah kontak erat pasien Covid-19 asal Kelurahan Kemirirejo, Magelang Tengah dan Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara.

Artikel Menarik Lainnya :  Gara-Gara Konten Radikal, ASN Gagal Naik Eselon

“Untuk kontak erat pasien dari Jurangombo Selatan kita jadwalkan besok (hari ini) sekitar 15 orang,” papar dia.

Penambahan empat kasus baru ini membuat grafik Covid-19 kembali naik. Setelah sebulan lebih, sejak 14 Juni 2020 hingga akhir Juli nihil pasien positif, Kota Sejuta Bunga mendapatkan tambahan 24 kasus. Totalnya, saat ini ada 57 kasus pasien positif Covid-19, dengan rincian 6 orang meninggal dunia, dirawat 18 orang, pulang dipantau 4 orang, dan sembuh sebanyak 29 orang.

Angka kematian pasien positif corona di Kota Magelang sebesar 10,5 persen. Meski demikian, persentase angka kesembuhannya juga cukup tinggi yakni mencapai 50,8 persen.

“Setelah beberapa hari, spesimen pasien positif yang tengah menjalani isolasi mandiri atau yang dirawat di rumah sakit, akan kita swab. Semoga saja hasilnya negatif, sehingga mereka dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Di sisi lain, tes PCR juga masih diprioritaskan kepada kontak erat yang terjadi di beberapa kelurahan di Kota Magelang. Majid menyebutkan, setiap hari tes swab digelar bagi kontak erat yang ada di Kedungsari, Jurangombo Selatan, Kemirirejo, Wates, dan kelurahan lainnya.

“Semua sudah terjadwal, dan setiap harinya selalu ada penambahan tes swab. Spesimen yang kita tes saat ini sudah melebihi dari standar WHO sebanyak 425 spesimen di Kota Magelang,” tandasnya.

Majid menambahkan, kendati jumlah pasien positif dan PDP ini terus bertambah, dia menjamin ketersediaan ruang isolasi mandiri di rumah sakit se-Kota Magelang masih terpenuhi. Demikian halnya dengan para tenaga kesehatan yang ada.

Berdasarkan laman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, rumah sakit di Kota Magelang saat ini merawat 18 pasien Covid-19 dari Kota Magelang dan 4 pasien berasal dari luar daerah.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Omicron Mengancam, Vaksin Masih Dianggap Penting

Dari jumlah pasien asal Kota Magelang, 15 di antaranya adalah warga Kelurahan Kedungsari, 1 pasien asal Rejowinangun Selatan, 1 pasien asal Rejowinangun Utara, dan 1 pasien asal Kemirirejo.

Mereka dirawat di RSUD Tidar sebanyak 11 orang, RSJ Prof Dr Soerojo 1 orang, dan RS Budi Rahayu sebanyak 10 orang.

Kemudian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tidak ada penambahan, yakni 75 orang, dengan rincian, 2 dirawat, 1 dirujuk, 64 orang sembuh, dan 8 meninggal dunia. (wid)