Tambah 26 Kasus Positif Corona, Wisatawan Wajib Rapid Test

Tambah 26 Kasus Positif Corona, Wisatawan Wajib Rapid Test

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Wonosobo semakin tidak terkendali. Bahkan dalam sehari bertambah 26 kasus positif. Ini sungguh memprihatinkan.

“Hari ini tambah 26 kasus positif covid-19, kita ajak warga untuk disiplin terapkan protokol kesehatan dan lakukan 3 M,” ungkap Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo.

Menurutnya pembatasan di ruang publik dan kegiatan warga yang berpotensi terjadi kerumunan akan segera diperketat. Bahkan untuk kawasan wisata, pelancong dari luar kabupaten wajib rapid test.

“Wisatawan yang akan masuk Wonosobo wajib rapid test,” tandasnya.

Langkah tersebut ditempuh untuk menyelamatkan masyarakat dan tenaga kesehatan di Wonosobo.

“Beberapat puskesmas sudah tutup, 14 nakes positif, kita tidak ingin kehilangan tenaga kesehatan,” ucapnya.

Andang meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memahami situasi yang terjadi belakangan ini. Bahwa pemerintah dalam situasi covid 19 ini menjaga keseimbangan antara dua kepentingan sekaligus.

“Jadi kita bergerak menyeimbangkan dua hal, yaitu kesehatan dan ekonomi,” katanya.

Dari sisi kesehatan tentu saja masyarakat diarahkan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, jalankan protokol kesehatan. Kemudian dari sisi ekonomi, tetap bergerak dengan tata cara baru mengikuti protokol kesehatan.

“Jadi sektor wisata boleh beroperasi, namun aspek kesehatan sebagai bentuk adaptasi tatanan baru wajib dilakukan,” terangnya.

Berkaitan surat terbuka yang beredar di medsos dari sejumlah komunitas pencinta alam base camp pendakian, keberatan dengan adanya rapid test untuk pengunjung. Pihaknya meminta untuk kesadarannya bahwa niat dari pemerintah melindungi warganya.

“Niat kita melakukan pembatasan dan mewajibkan rapid test untuk pengunjung dari luar, itu semata mata untuk melindungi warga,” katanya.

Sesuai dengan intruksi bupati, satgas dan OPD terkait akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan. ( gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Berencana dengan Racun Sianida oleh Dukun Pengganda Uang, Digelar Sebanyak 47 Adegan