Tak Perlu Menunggu Mampet, Sedot WC Harus Rutin

Disperkim Kota Magelang memberikan sosialisasi tentang higienitas MCK sekaligus mengenalkan Senja yang harganya sangat terjangkau, bagi para guru dan kepala sekolah se-Kota Magelang di Aula PDAM
SENJA MURAH. Disperkim Kota Magelang memberikan sosialisasi tentang higienitas MCK sekaligus mengenalkan Senja yang harganya sangat terjangkau, bagi para guru dan kepala sekolah se-Kota Magelang di Aula PDAM

MAGELANGEKSPRES.MAGELANG TENGAH – Kesadaran hidup sehat harus dimulai dari individu. Penunjang hidup sehat salah satunya adalah pengelolaan limbah rumah yang higienis.

Tak perlu menunggu WC mampet, sedot septic tank harus dilakukan secara rutin. Upaya ini agar lingkungan dan kualitas air di suatu wilayah tidak tercemar.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu, Kamis (8/4). Isu kebersihan lingkungan dari mulai higienitas rumah tangga adalah hal yang penting digelorakan agar mewujudkan pola hidup sehat secara makro.

Oleh karena itu, pihaknya pun terus menggelar sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat mulai dari rumah tangga. Pihaknya mengajak berbagai kalangan, seperti tokoh masyarakat, agama, bahkan guru dan kepala sekolah se-Kota Magelang dengan harapan bisa menularkan ilmu tentang sanitasi dan pembuangan limbah dengan benar.

“Sekaligus kami menggelorakan program kami yaitu Senja atau Sedot Tinja dengan biaya yang sangat terjangkau ketimbang swasta. Sampai saat ini, sudah lebih dari 1.500 pelanggan Senja di Kota Magelang,” kata perempuan yang akrab disapa Dini itu.

Baca Juga
Kecelakaan Maut di Tanjakan Kalijambe, 1 MD Puluhan Luka-Luka

Ia menilai, penting isu PHBS dan MCK diawali dari dunia pendidikan terlebih dahulu. Lambat laun, kesadaran soal PHBS akan lebih meningkat diiringi dengan nihilnya buang air besar sembarangan (BABS).

Sejauh ini, katanya, antusias masyarakat terhadap Senja sangat tinggi. Itu tidak lepas dari gencarnya sosialisasi dan harga yang lebih terjangkau dibanding jasa sedot WC swasta yang muncul di pohon-pohon peneduh atau tempat publik lainnya.

Menurut Dini, selain harganya yang terjangkau, pemerintah menjamin higienitas dan pengelolaan pembuangan akhir dalam merealisasikan program Senja ini.

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

”Senja waktu awal diluncurkan ini sudah ada ribuan pelanggan. Ada jaminan bagi pelanggan kalau Senja ini tidak sekadar menyedot saja, tapi juga mengelola limbah ini agar tak mencemari lingkungan,” ucapnya.

Menurut Dini, idealnya satu saptic tank dikuras maksimal sampai 5 tahun. Sebab jika tidak, maka limbah tersebut sangat memungkinkan mencemari lingkungan di sekitarnya.

”Standarnya 3-5 tahun maksimal, saptic tank harus dikuras. Kalau dibiarkan bertahun-tahun pasti mencemari lingkungan. Airnya jadi tidak higienis dan menimbulkan bakteri,” paparnya.

Dini menyebutkan, biaya Rp170 ribu setiap kali penyedotan, diklaim lebih murah dari pada harga pihak swasta. Besar biaya itu, untuk ukuran standar 1,5-2 meter kubik lumpur yang disedot.

Nantinya, kotoran yang telah disedot akan dikirim ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Magelang. Upaya ini menjamin agar kotoran tidak sampai mencemari lingkungan.

”Di sana, lumpur tinja ditangani. Sampai menjadi air bersih yang layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Bisa untuk kolam, pengairan, dan sebagainya. Air itu sudah aman, tidak akan mencemari,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Magelang, Bustanul Arifin saat mengikuti pembukaan sosialisasi PHBS dan Senja kepada ratusan guru, kemarin, menuturkan upaya ini adalah usaha pemerintah dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

“Karena belum banyak yang tahu kalau limbah itu tidak boleh disedot ketika sudah penuh. Tapi usahakan sebelum penuh dan berbau itu sudah ditangani terlebih dahulu. Saya memberi dukungan sosialisasi semacam ini, sehingga masyarakat akan paham bagaimana mempraktikkan PHBS dari rumah tangga,” jelasnya.

Menurut Bustanul, harga Rp170 per penyedotan adalah yang termurah di Kota Magelang. Dengan menggunakan program pemerintah, maka secara langsung warga mendapatkan subsidi pengurangan biaya.

Artikel Menarik Lainnya :  Perhatian! Masuk Candi Borobudur Harus Memiliki Aplikasi PeduliLindungi

“Saya harapkan semua masyarakat ke depan akan memanfaatkan program yang sangat terkangkau ini,” ujarnya.

Dia juga berharap, nantinya akan ada kajian khusus izin mendirikan bangunan (IMB) baik rumah pribadi maupun instansi agar memperhatikan kondisi pembuangan air limbah terlebih dahulu. Persyaratan IMB, dicantumkan mengenai kondisi, kualitas, dan higienitas MCK, salah satunya memiliki saptic tank kedap, bukan lagi resapan.

“Jadi bukan diresapkan ke dalam tanah, tapi pengelolaan limbah yang benar itu adalah dengan disedot seperti ini, sehingga lingkungannya tetap bersih dan sehat, serta air bersih yang diambil dari sekitaran kawasan itu tetap terjaga kesehatannya,” ucapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahteta ini menilai, program dana RT Rp30 juta per tahun juga bisa disematkan lewat PHBS, salah satunya adalah higienitas MCK. Apalagi kesehatan juga termasuk dalam visi dan misi Pemkot Magelang yaitu Sehat, Maju, dan Bahagia.

“Poin sehat di sini harus diawali dari individu, keluarga, termasuk hal yang terkesan remeh seperti buang air besar dan limbah,” pungkasnya. (wid)