Tak Cuma Pecah Keramaian, CFD Beri Keuntungan UMKM dan Warga Sidotopo

Kawasan Sidotopo Kedungsari saat dijadikan arena balap motor POR Dulongmas belum lama ini. (foto-foto : prokompim kota magelang)
BALAP. Kawasan Sidotopo Kedungsari saat dijadikan arena balap motor POR Dulongmas belum lama ini. (foto-foto : prokompim kota magelang)BALAP. Kawasan Sidotopo Kedungsari saat dijadikan arena balap motor POR Dulongmas belum lama ini. (foto-foto : prokompim kota magelang)

Kampung Tangguh Kota Magelang

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – MESKI baru rencana, car free day (CFD) di Kampung Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang sudah disambut suka cita oleh warga setempat. Warga berharap fasilitas olahraga ringan seminggu sekali itu bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Kampung Sidotopo berada di ujung utara perbatasan Kota Magelang dengan Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Kawasan tersebut selama ini hanya ramai sesak ketika ada pertandingan balap motor.

”CFD di tempat yang baru di sini menjadi kebanggaan sekaligus pengharapan perekonomian baru warga Sidotopo dan Jambewangi. Mereka bisa mendapat rezeki untuk menjadi pedagang atau pengelola CFD di sini,” kata Priyanto (55) warga Kampung Sidotopo kemarin.

Dia mengaku, selama ini Kampung Sidotopo yang terkenal dengan sirkuit Sidotopo itu justru sering beralihfungsi menjadi tempat latihan setir mobil. Bahkan, setiap pagi hari, banyak sekali kendaraan berlalu-lalang sembari menyalakan lampu hazard.

”Seringkali warga kampung khawatir kalau naik motor pas di sini dijadikan arena latihan mobil,” ujarnya.

Tidak jarang pula, Jalan Sidotopo dijadikan tempat nongkrong muda mudi. Oleh karena itu, banyak warga yang menyambut gembira wacana CFD di Sidotopo.

”Kalau ada CFD, orang yang makai buat latihan setir mobil bisa berkurang. Nah, momentum ini juga saya yakin mampu membuat warga Sidotopo, memanfaatkan peluang keramaian CFD,” ungkapnya.

Arumi (38) warga Kampung Kupatan, Kedungsari, yang rumahnya tidak jauh dari Sidotopo juga setuju. Warga bisa menikmati lagi ruang terbuka hijau dan menemani anaknya bermain mengisi hari libur sembari berolahraga.

”Alhamdulillah kalau ada CFD di Sidotopo. Tidak harus jauh-jauh ke Stadion Moch Soebroto atau ke Rindam. Momennya juga tepat, karena setelah pembatasan aktivitas di ruang  publik beberapa bulan terakhir ini, sekarang mulai dilonggarkan,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  UMK Kota Magelang 2022 Naik Tipis, dari Rp1.914.000 menjadi Rp1.935.913

Dia menilai, adanya CFD di Sidotopo mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Selain pengelolaan tempat parkir, pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) sekitar akan mendapat dampak baiknya.

”Pelaku UMKM di Kedungsari sangat banyak. Mereka masih kesulitan dari segi pemasarannya karena rata-rata berbentuk makanan. Kalau ada CFD, saya yakin banyak yang akan meramaiakannya, terutama kalangan pedagang dan UMKM,” jelas Arumi.

Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, wacana CFD di Kampung Sidotopo menjadi langkah strategis untuk memecah keramaian. Selama ini, masyarakat masih terfokus di kompleks Lapangan Rindam IV/Diponegoro dan CFD di Gelora Sanden.

”Karena masih dalam suasana pandemi, maka saya minta supaya CFD ini tidak hanya dua titik, tetapi tiga titik. Satu lagi di kawasan Sidotopo, Magelang Utara, sehingga keramaian tidak tertumpuk,” kata dr Aziz.

Kebijakan orang nomor satu di Kota Magelang tersebut rupanya mendapat dukungan dari kalangan legislasi. Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno menyatakan setuju atas upaya Pemkot Magelang membuat tempat olahraga baru bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

”Saya kira itu usulan yang sangat bagus, karena multiplayer efectnya luar biasa. Selain bisa berolahraga, masyarakat sekitar juga bisa mendapat keuntungan di berbagai sektor,” ucapnya.

Terlebih, Kota Magelang mampu mempertahankan status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level terendah. Meski demikian, dirinya meminta sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan (Prokes)selalu dijalankan.

”Jangan terlena jangan lengah. Protokol kesehatan wajib hukumnya diterapkan dalam kegiatan apapun, termasuk jika CFD diadakan di Sidotopo,” tandasnya. (prokompim/kotamgl)