Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru di Alun-alun, Masyarakat Purworejo Diimbau di Rumah Saja

BAKAL DITUTUP. Kawasan Alun-alun Purworejo bakal ditutup dan tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru. (Foto: eko)
BAKAL DITUTUP. Kawasan Alun-alun Purworejo bakal ditutup dan tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Penutupan sejumlah ruas jalan serta pemadaman lampu penerangan di sekitar Alun-alun Purworejo akan diberlakukan pada malam tahun baru 2022. Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah Alun-alun menjadi pusat kerumunan yang berpotensi mengakibatkan pelonjakan kasus Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, saat dikonfirmasi menyebut bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, pada malam tahun baru mobilitas masyarakat dibatasi. Menindaklanjuti kebijakan itu, di Purworejo juga tidak akan diadakan pesta kembang api serta perayaan secara offline lainnya.

“Kebijakan dari pusat itu juga ditindaklanjuti oleh Pemda, contohnya lampu penerangan Alun-alun di Purworejo itu dimatikan lampunya dan beberapa ruas jalan ditutup. Tujuannya membatasi masyarakat di malam pergantian tahun, agar tidak ada aktivitas yang berkerumun,” sebutnya, Kamis (30/12).

Selanjutnya masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah saat malam tahun baru. Untuk memfasilitasi itu, Dinparbud akan menggelar event akhir tahun berupa pertunjukan secara virtual yang akan ditayangkan di kanal Youtube Romansa Purworejo.

“Pertunjukan tersebut terdiri dari 8 macam kesenian yang berbeda, pertunjukan kurang lebih satu sampai satu setengah jam mulai jam 8 malam,” jelasnya.

Terkait operasional pariwisata, Aan mengungkapkan bahwa selama libur Nataru juga dilakukan pembatasan. Seluruh objek wisata hanya dapat menerima kunjungan maksimal 75 persen pengunjung.

“Objek pariwisata harus menerapkan prokes ketat, harus ada kesadaran bersama, baik masyarakat maupun pengelola wisata. Pementasan seni budaya mulai 31 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 juga ditiadakan, karena sangat berpotensi menimbulkan kerumunan terutama saat liburan, harapannya itu dipatuhi oleh semua komponen masyarakat,” ungkapnya. (top)