Susun Konsep Wisata di Wonosobo, Pokdarwis Ikuti FGD Selama 2 Hari

Pokdarwis
PRESENTASI. Para anggota Pokdarwis Deroduwur mempresentasikan konsep wisata desa di hadapan pemateri, pengelola desa wisata Dieng Kulon, Alif Fauzi, di aula desa

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sedikitnya 35 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah mengikuti sesi Strategi Promosi dan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Promosi Pariwisata Desa selama dua hari (25-26/11).

Menurut salah satu penggiat Pokdarwis Deroduwur, Ulin, desanya telah disiapkan menjadi desa wisata bertema religi sejak 2018 lalu dan dibina untuk siap menerima wisatawan. Agenda FGD Strategi Promosi tersebut menurutnya salah satu agenda penting untuk bisa menjangkau segmen yang diharapkan bisa mendukung kesiapan itu.

“Memang kami masih baru, tapi beberapa atraksi baik itu yang ada dari wisata alam seperti makam ulama, jalur pendakian, hingga wisata buatan seperti kebun Ciplukan sudah kami konsep. Harapannya bisa kami pasarkan lewat media sosial dengan baik dan bisa meningkatkan kegiatan wisata,” ungkap Ulin yang didapuk menggarap promosi media sosial di desanya itu.

Baca Juga
Hasil Pilkades Serentak di Kabupaten Magelang, Masih Didominasi Calon Incumbent

Tiga orang pemateri mendampingi FGD tersebut dan diawali dengan materi  materi promosi media sosial oleh perwakilan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Wonosobo Bidang Kehumasan. Materi pertama itu mengajak peserta untuk mendesain branding yang siap diluncurkan lewat berbagai jenis media sosial dengan berbagai format baik teks, foto, hingga video.

Sementara materi kedua ialah potensi dan kondisi pariwisata Kabupaten Wonosobo yang bisa diterapkan di Deroduwur disajikan oleh Sekdin Disparbud Wonosobo Satriatmo.

Menurut Satriatmo, roadmap wisata Wonosobo memang dititikberatkan pada wisata alam dan budaya yang memang sudah mengakar dan menjadi potensi yang patut digali.

“Identifikasi masalah sebelum tiru atraksi sangat penting sehingga bisa diterapkan di sini. Hal itu mengingat basisnya potensi bukan hanya fasilitas. Apalagi kita berada di bentang geografis pegunungan dengan ciri khas yang istimewa,” ungkap Satriatmo.

Perwakilan penyelenggara dari Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Audrie Oktarina, menyebut agenda di hari pertama, Senin (25/11) adalah kunjungan ke Pengelola Desa Wisata Dieng Kulon Banjarnegara yakni Strategi Pemasararn. Hal itu mengingat banyak kesamaan antara konsep yang diusung Dieng Kulon dengan Deroduwur lewat even budaya. Ditanggapi Pengelola Pokdarwis Pandawa, Alif Fauzi, atraksi wisata ada tiga unsur utama yakni Alam, budaya, dan buatan manusia.

Baca juga
Korban Keracunan Massal di Ponpes Miftahu Rosyidin Temanggung Bertambah, 71 Orang Dirawat di RS

“Harapan kami para peserta bisa mengonsep dulu wisata di desanya dan mempresentasikan apa yang ingin diangkat. Dari yang sudah disampaikan ternyata banyak potensi yang selama ini belum diangkat terutama di sisi budaya atau warisan sejarahnya. Ada atraksi tarian api, musik gambus, hingga wisata buatan seperti kebun ciplukan,” ungkap Alif sang penggagas Dieng Culture Festival.

Selain mempresentasikan visinya tentang konsep wisata Deroduwur yang angkat religi hingga alam, para peserta juga diajak untuk berkompetisi lewat karya foto hingga video yang ditampilkan di FGD. (win)