Sungai Manggis Dijadikan Tempat Renang

Sungai Manggis Dijadikan Tempat Renang
PADUSAN. Saluran Kali Manggis menjadi tempat alternatif untuk padusan bagi warga Dusun Seneng Desa Banyurojo Mertoyudan Magelang.

//Stop Buang Sampah di Sungai//

MERTOYUDAN – Warga Dusun Seneng Desa Banyurojo Mertoyudan memanfaatkan saluran air Kali Manggis untuk berenang, termasuk sebagai tempat melakukan ritual padusan jelang bulan Ramadan.

Padusan mempunyai arti proses penyucian diri tersebut berasal dari kata adus atau mandi.

Salah satu tempat yang dipilih oleh warga Seneng Banyurojo Mertoyudan untuk kegiatan mandi padusan adalah memanfaatkan aliran Sungai Manggis yang mengalir di sebelah timur Dusun Seneng yang membelah berbatasan dengan wilayah Akmil.

Kegiatan sudah direncanakan jauh hari sebelumnya oleh para remaja dan  masyarakat sekitar, diantaranya kegiatan bersih sungai serta lingkungan sekitarnya dari sampah dan pecahan kaca atau beling.

Termasuk juga pembenahan taman bunga serta gasebo yang ada di tepian sungai manggis yang biasa buat nongkrong, bermain atau sekedar kumpul mengakrapkan pertemanan.

“Sejak Minggu (5/5) suasana pinggir kali pun mulai ramai didatangi oleh anak – anak yang pingin renang mandi di aliran Sungai Manggis, namun tampaknya mereka ragu untuk memulainya terlebih dahulu, karena ya anak – anak zaman sekarang memang jarang mandi di sungai atau malah mungkin sama sekali belum pernah,” ucap salah satu warga Dusun Seneng, Edy.

Untung saja panitia tanggap dan memang sudah mempersiapkan alat bantu seperti rompi renang untuk anak , ban dalam bekas, papan renang, serta bola yang dapat berfungsi ganda, untuk bermain di air atau cukup dipeluk didada untuk sekedar membantu mengapungkan diri.

Pesertanya pun ada yang dari luar dusun namun masih satu wilayah Desa Banyurojo.

Hari semakin siang namun tidak menyurutkan kemeriahan padusan kali ini, terbukti dengan keikut sertaan para remaja dan warga yang ikutan gabung slulop bareng mandi di sungai manggis.

Ditambah ide kreasi para remaja dengan pembuatan pengapung dari batang pohon pisang dan bambu cukup membuat warga pingin ikutan menikmati suasana njegur di sungai manggis.

Salah satu anak dari dusun sebelah, Zakki, mengaku sangat senang sekali bisa padusan di sungai karena gratis tinggal jalan kaki.

“Nggak usah naik angkot, mandinya nggak mbayar, pinjam ban dan pelampung pun gratis. Pokokmen pinggin kesini lagi kalau padusan,” ungkap Zakki.

Harapan dari remaja dan warga Dusun Seneng, dengan adanya tambahan kolam renang alami nantinya dapat menyadarkan warga yang lain agar tidak membuang sampah di sepanjang saluran Sungai Manggis. (cha)