Sudah Seminggu, Warga Temanggung ini Menghilang, Motornya Ditemukan di Bantul

Sudah Seminggu, Warga Temanggung ini Menghilang, Motornya Ditemukan di Bantul
Inilah wajah Ragil Dwi Asmoro Putro, warga Dusun Sumur, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung yang belum diketahui rimbanya sampai detik ini. Foto: istimewa.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Meski proses pencarian terus dilakukan oleh petugas gabungan, tim SAR dengan dibantu warga, namun sejauh ini belum ada titik terang atas misteri dimana hilangnya pemilik sepeda motor matik dengan nomor polisi AA 6408 EZ dan tas berisi kartu identitas hingga uang tunai yang ditemukan terparkir di atas Jembatan Progo, Kapanewon, Srandakan, Bantul, DI Yogyakarta sejak Minggu (13/3).

Dari informasi yang dihimpun Magelang Ekspres.com, SAR dan pihak kepolisian telah sepekan ini melakukan pencarian di lokasi penemuan motor hingga DAM Srandakan.

Namun, pemilik motor tersebut belum juga ditemukan keberadaannya hingga saat ini. Tak hanya satu unit sepeda motor tersebut, petugas juga menemukan tas berisi dompet dan ponsel. Dalam dompet itu terdapat kartu tanda penduduk atas nama Ragil Dwi Asmoro Putra (20), warga Dusun Sumur, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Selain itu, terdapat pula uang tunai sebesar Rp 350.000 juga SIM atas nama yang sama dengan KTP, ATM Bank Permata, smartphone merek Redmi Note 8, hingga sandal jepit yang diduga kuat milik orang yang sama.

Tetangga dekat korban, Anam Naridjan (43) warga Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang saat dihubungi mengaku sampai saat ini belum ada kabar terkait bagaiman kondisi sekaligus dimana keberadaan remaja yang akrab disapa Agil, anak pasangan Sarkoni dan Asih itu.

“Belum Mas, belum ada kabar sampai sekarang. Kebetulan saya memantau terus misteri hilangnya Agil karena saya adalah teman dekat Pak Sarkoni atau bapaknya Agil,” ungkapnya, Sabtu (19/3).

Guna mengetahui kepastian kondisi dan lokasi keberadaan Agil, sejak beberapa hari lalu para pemuda asal Desa Ngadisepi secara bergiliran turut serta membantu proses pencarian yang dilakukan warga asal lokasi dimana ia terakhir kali diduga menghilang.

Anam menceritakan, sejatinya Agil sudah cukup lama merantau ke Jakarta. Ia baru saja pulang dan tiba di rumahnya pada hari Sabtu (12/3) pagi pukul 04.00 WIB pagi.

Namun, pada sore di hari yang sama, ia berpamitan hendak menservis HP di Parakan. Namun sampai malam hari ia belum juga kembali ke rumah.

Hal ini membuat orang tuanya resah. Dan benar saja, pada hari Minggu (13/3) muncul kabar dari Kabupaten Bantul bahwa telah ditemukan sepeda motor berikut dompet milik Agil yang terparkir secara misterius di atas Jembatan Srandakan tanpa diketahui secara pasti dimana sang pemilik berada hingga saat ini.

“Terakhir dia berpamitan pergi mengenakan celana panjang hitam, kaos orange, dan sweater hitam. Orang tua mereka masih sangat terpukul karena baru saja pulang dari rantau dan baru sebentar berada di rumah, tetapi sampai saat ini belum diketahui rimbanya. Apalagi sebelum pamit ke Parakan, siangnya dia sempat mengantar pergi ibunya,” pungkasnya. (riz)