Sudah Pensiun, SBY Enggan Bicara Politik Saat Berkunjung ke Kota Magelang

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Kota Magelang disambut jajaran Forkompimda di Pendopo Pengabdian kompleks Rumah Jabatan Walikota Magelang
KUNJUNGAN SBY. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Kota Magelang disambut jajaran Forkompimda di Pendopo Pengabdian kompleks Rumah Jabatan Walikota Magelang, Selasa (28/6). (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) enggan bicara politik saat berkunjung ke Kota Magelang, Selasa (28/6). SBY mengaku jika dirinya sudah pensiun dari dunia politik.

SBY datang bersama rombongan di antaranya Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan dan beberapa anggota keluarganya di Pendopo Pengabdian, Rumah Jabatan Walikota Magelang.

Kedatangan SBY beserta rombongan, disambut Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, Wakil Walikota KH M Mansyur, Sekda Joko Budiyono, Kapolres AKBP Yolandan Evalyn Sebayang, dan jajaran Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkompimda) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari sekian banyak rombongan SBY tidak terlihat putra sulungnya yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Padahal AHY dijadwalkan turut mendampingi ayahnya mulai dari nyekar di Purworejo hingga membela tim bola voli Lavani yang menjalani latih tanding di GOR Samapta Kota Magelang.

”Tidak tanya politik kan? Karena di dunia politik saya sudah pensiun,” kata SBY yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demorkat tersebut.

Usai kunjungannya ke Kota Magelang dan Purworejo, SBY mengaku akan melanjutkan lawatannya ke Gunungkidul Jogjakarta dan Pacitan Jawa Timur. Agendanya masih sama, yakni untuk mendukung tim bola voli bentukannya, Lavani berlaga.

Bogor Lavani mengawali rangkaian pertandingan persahabatan melawan Satria Sejati Semarang yang berlangsung di GOR Samapta Kota Magelang, Selasa (28/6). Kemudian Rabu (29/6), juara Proliga 2022 itu akan menantang tim voli Taruna Akmil di GOR Sidarto Magelang.

“Kunjungan saya dengan rombongan ke Magelang di samping ziarah ke orangtua yang ada di Purworejo, juga mengajak tim bola voli Lavani untuk melakukan latih tanding, pertandingan persahabatan dengan tim-tim bola voli di Jawa Tengah, DI Jogjakarta, dan nanti Jawa Timur,” jelasnya.

SBY menjelaskan, Bogor Lavani akan melanjutkan pertandingan persahabatan dengan menantang Ganeksa Bhumikarta di GOR Siyono Wonosari Gunungkidul, Kamis (30/6). Kemudian melawan Yuso Jogjakarta, Kamis (7/7) mendatang.

“Dan terakhir menantang Indomaret Volley Ball di GOR Pacitan,” ucapnya.

SBY menjelaskan, alasannya mengajak tim Bogor Lavani berkunjung ke daerah yakni untuk mengenalkan para pemain bola voli ke seluruh Tanah Air. Menurutnya, dengan olahraga atau seni budaya bisa membuat bangsa ini makin rukun dan makin kuat persaudaraannya.

“Karena kalau bangsa kita seperti itu menghadapi tantangan seberat apa pun juga insyaallah selalu ada solusinya,” kata SBY.

Menurutnya, yang ia lakukan ini adalah bagian kecil dari harapan agar bangsa ini tetap dekat satu sama lain, rukun, dan mengapresiasi olahraga yang bisa menyatukan.

“Olahraga dan juga seni budaya membawa kedamaian, keteduhan, dan kasih sayang,” tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Magelang, Dian Mega Aryani menjelaskan, agenda SBY ke Magelang tidak ada unsur politik sedikitpun. SBY diakui Dian Mega juga tak membicarakan politik sepatah katapun saat dirinya mendampingi mulai dari nyekar hingga berkunjung ke Pendopo Rumah Jabatan Walikota Magelang.

“Beliau tidak bicara politik, karena kunjungan ini semata-mata beliau memiliki ikatan hati dengan Kota Magelang. Pak SBY dulu adalah taruna Akmil sehingga wajar kalau kenal banget dengan Magelang,” tutur Wakil Ketua DPRD Kota Magelang itu.

Dian menegaskan kepada para pengurus maupun kader Partai Demokrat Kota Magelang untuk tidak mengenakan atribut partai selama mendampingi dan mendukung tim bola voli Lavani bersama SBY.

“Arahan dari Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Jawa Tengah jelas bahwa kita tidak diperbolehkan mengenakan atribut partai. Kalau mau mendukung Lavani, pakai baju Lavani. Kalau tidak punya, bebas rapi saja,” tegasnya.

Sosok mantan presiden yang tak ingin berkecimpung lagi di dunia politik, membuat Walikota dr Muchamad Nur Aziz kagum. Menurut Aziz, SBY adalah sosok pemimpin sejati.

“Pak SBY ini adalah sosok mandhita atau dalam bahasa Jawa berlaku sebagai pandhita atau guru kehidupan. Pemimpin sejati memang harus seperti itu,” katanya. (wid)