Sudah Fix, Bangunan Tugu Sa di Gunung Tidar Dikembalikan Seperti Semula

DISKUSI. Budayawan, pelaku sejarah, Anggota DPRD, DLH, Akademi Militer dan pihak lainnya sepakat mengembalikan Tugu Sa Gunung Tidar ke bentuk semula, di Aula DLH Selasa (4/1) (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DISKUSI. Budayawan, pelaku sejarah, Anggota DPRD, DLH, Akademi Militer dan pihak lainnya sepakat mengembalikan Tugu Sa Gunung Tidar ke bentuk semula, di Aula DLH Selasa (4/1) (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Setelah melalui perdebatan panjang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang akhirnya menyetujui pengembalian pembangunan Tugu Sa (Sapa Salah Seleh) di puncak Gunung Tidar. Hasil itu setelah DLH menggelar diskusi dengan pihak-pihak terkait seperti budayawan, seniman, masyarakat, akademisi, anggota DPRD, Akademi Militer di aula kantor setempat, Selasa (4/1).

Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, polemik renovasi Tugu Sa adalah murni kesalahannya. Dia pun meminta masyarakat ke depan bisa memberi masukan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas.

“Bentuk dikembalikan seperti semula,” kata Otros diiringi tepuk tangan seluruh audiens.

Ia pun mengaku bersyukur respons kritis masyarakat mengenai renovasi Tugu Sa. Dia tidak menyangka, kecintaan masyarakat Kota Magelang terhadap budaya dan juga Gunung Tidar bisa diwujudkan dengan diskusi yang sangat cair.

“Untuk ke depannya saya harap bisa dikawal terus menerus. Saya yakin bahwa semua orang ingin berbuat baik demi Kota Magelang tapi baik pun belum cukup karena belum tentu benar. Karena itu saya minta masukan dan saran dari masyarakat, budayawan, dan lainnya,” ujarnya.

Forum diskusi ini dihadiri puluhan orang, mulai dari budayawan, pemerhati sejarah, pihak Akademi Militer, akademisi, hingga Anggota DPRD. Tiga anggota Komisi C yang hadir antara lain Muh Harjadi, Waluyo, dan HIR Jatmiko.

Ketiganya mendesak DLH segera menormalisasi Tugu Sa. “Kalau mau membangun harusnya yang sudah rusak-rusak itu, seperti jalan naik ke atas. Bukan membangun Tugu Sa yang secara kondisi masih bagus,” kata Waluyo.

Anggota dewan mendesak pemugaran Tugu Sa seperti semula dilakukan segera. Bahkan, mereka menargetkan dalam pekan ini selesai, agar polemik tidak berkepanjangan.

“Setahu saya kalau untuk urusan hayatinya itu memant DLH, akan tetapi kalau soal situs dan budaya di Gunung Tidar, ini mestinya lintas instansi internal dan eksternal. Termasuk Bidang Kebudayaan, Disporapar, Akademi Militer, dan juga budayawan,” kata salah seorang budayawan senior, Mbilung Sarawita. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  BUMD Kota Magelang Diminta Terlibat Aktif Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi