Stand BPKAD Dibanjiri Pengunjung

    Stand BPKAD Dibanjiri Pengunjung
    ANTUSIAS. Pengunjung di stand BPKAD Kota Magelang terlihat antusias sekadar berswafoto maupun konsultasi tentang perpajakan di acara Magelang Fair, Alun-alun, kemarin.

    MAGELANG TENGAH – Baru dibuka tiga hari, stand milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di acara Magelang Fair 2019 di Alun-alun Kota Magelang sudah dihadiri ribuan pengunjung. Terang saja karena penataan stand dan hiasan dibuat semenarik mungkin untuk dapat menggaet sebanyak-banyaknya pengunjung yang hadir.

    Kepala BPKAD Kota Magelang, Larsita SE MSc mengatakan, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya itu dalam Magelang Fair tidak lain untuk memeriahkan dan menyemarakkan Hari Jadi ke-1113 Kota Magelang. Selain itu, juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat di bidang pengelolaan keuangan daerah, khususnya layanan pajak daerah.

    “Kami sediakan konsultasi layanan pajak kepada masyarakat dan pengunjung. Ternyata antusiasme pengunjung walaupun sekadar tanya-tanya sangatlah tinggi. Ini menunjukkan kalau ketaatan masyarakat membayar pajak juga tinggi,” kata Larsita, Kamis (2/5).

    Ia menjelaskan, tujuan lainnya adalah peningkatan literasi masyarakat di bidang pengelolaan keuangan daerah. Hal ini juga untuk menegaskan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah bersikap transparan. Bahkan, sudah dua tahun ini BPKAD menerapkan sistem pembayara pajak nontunai.

    “Kesempatan ini juga kami manfaatkan untuk menyosialisasikan ke masyarakat tentang strategi diseminasi dan KIE, dalam hal perpajakan daerah,” ungkapnya.

    Beberapa hal yang ditekankan terkait perpajakan antara lain pajak hotel, pajak reklame, pajak parkir, pajak hiburan, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan, dan pajak air tanah.

    “Kemungkinan yang masih asing di telinga masyarakat adalah pajak parkir dan pajak air tanah ini. Di sini kami turut memberikan sosialisasi sehingga pemahaman masyarakat pun meningkat,” ujarnya.

    Larsita menambahkan, soal desain dan penataan BPKAD memang dibuat sedemikian rupa untuk menarik sebanyak-banyaknya pengunjung. Ada balon raksasa bertuliskan BPKAD, brosur, balon gratis untuk anak-anak, tempat swafoto menarik, dan lainnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    Salah seorang pengunjung, Utami mengaku senang bisa berkunjung ke stand BPKAD yang dinilainya sangat ramah anak. Ia membawa serta putrinya, Khadijah Mughniy Qiana (3) dan langsung berswafoto.

    “Sangat bagus, dapat ilmu baru tentang pajak. Ternyata bayar pajak itu tak seribet yang dibayangkan,” ucap ibu asal Donorojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu.

    Dia pun menilai jika pajak adalah kewajiban seluruh warga yang nantinya akan dikembalikan dalam wujud bantuan maupun program-program masyarakat. Ia menyarankan agar masyarakat berlomba-lomba untuk taat bayar pajak.

    “Pajak itu kan kembali ke kita lagi. Kalau pelayanan pajak sudah dioptimalkan, sosialisasi sudah ditekankan, dan pembayaran dipermudah, malu dong kita masih telat bayarnya,” katanya. (adv/wid)