Staf Panwascam Dilatih Videografi

PRAKTEK. Sejumlah staf Panwascam saat melakukan praktek videografi dalam pelatihan videografi yang digelar di RM Bambu Kuning
PRAKTEK. Sejumlah staf Panwascam saat melakukan praktek videografi dalam pelatihan videografi yang digelar di RM Bambu Kuning

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Puluhan anggota dan staf Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Purworejo dilatih keterampilan videografi. Mereka dilatih tentang cara pembuatan video jurnalistik, cara pengambilan video, merencanakan program hingga cara mengedit video. Kegiatan yang dihelat di Rumah Makan Ayam Bambu Kuning ini bertujuan meningkatkan kinerja kehumasan Panwaslu Kecamatan pada Pilkada 2020.

Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Purworejo, Rinto Hariyadi mengatakan, salah satu tugas lembaga pengawas pemilu/pilkada adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi Pilkada ini penting diketahui masyarakat luas agar mereka berpartisipasi dalam ajang pesta demokrasi tersebut. “Panwaslu Kecamatan juga punya kewajiban memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengawasan partisipatif, caranya melalui media ini,” katanya, kemarin.

Pihaknya mendorong agar Humas Panwaslu Kecamatan giat memproduksi video-video tentang Pilkada 2020 sebagai media sosialisasi kepada masyarakat. Konten yang bisa dibuat diantaranya pesan tentang waktu pemungutan suara, pentingnya Pilkada 2020 bagi rakyat. “Pentingnya pengawasan masyarakat, bahaya politik uang, sosialisasi tentang larangan dalam Pilkada dan sanksi bagi yang melanggar. Konten video ini nanti bisa disebar ke media sosial agar dilihat masyarakat luas,” ujarnya.

Sosialisasi melalui media sosial ini cukup efektif, utamanya dimasa pandemi Covid-19. Pengawas Pemilu saat ini tidak bisa melakukan sosialisasi tatap muka dengan masyarakat dalam jumlah banyak. Karena ini media sosial menjadi fokus Pengawas Pemilu dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat luas.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Abdul Azis disela kegiatan mengatakan Bawaslu Purworejo memiliki kanal sosial media sebagai tempat untuk menyalurkan hasil produksi videografi. “Kanal sosial media ini memudahkan Bawaslu untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Abdul.

Abdul meminta kepada staf yang membidangi kehumasan untuk terus berkreasi membuat konten-konten positif yang memberika ilmu bagi masyarakat terkait kepemiluan. “Bagaimana proses pengemasan konten mau menggunakan gaya komedi yang banyak disukai masyarakat itu menjadi kreatifitas produksi teman-teman kehumasan,” kata Abdul. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Mayat Mengapung di Kali Bogowonto Gegerkan Warga Dua Desa di Purworejo