Sopir Truk Pengguna Sabu di Temanggung Diamankan Polisi Beserta Barang Bukti

BARANG BUKTI. Sejumlah barang bukti kasus narkotika ditunjukan saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
BARANG BUKTI. Sejumlah barang bukti kasus narkotika ditunjukan saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – ROI (29) warga Dusun Sidotopo RT.05 RW.04 Desa Tempuran Kaloran Temanggung, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Temanggung setelah kedapatan menyalahgunakan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu.

Bersama dengan tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu paket narkotika jenis sabu berat kotor 0,29 di dalam potongan sedotan warna hijau, sebuah jaket parasit warna hijau dan satu unit handphone merk VIVO warna gold.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres,” kata Kasat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistyo saat gelar perkara, kemarin.

Ia mengatakan, ROI menjadi perantara dalam jual beli, menyimpan dan menguasai narkotika Golongan I jenis sabu. Kasus ini berhasil diungkap setelah petugas mendapatkan informasi tentang peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Temanggung.

Kemudian lanjutnya, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung melakukan penyelidikan mendapatkan informasi bahwa tersangka ROI yang berprofesi sebagai sopir truk sering menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu.

“Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan/pakaian tersangka ROI untuk mencari barang bukti, di saku sebelah kiri jaket parasit warna hijau yang dipakai tersangka, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung menemukan satu paket sabu berat kotor 0,29 di dalam potongan sedotan warna hijau,” jelasnya.

Dikatakan, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung melakukan interogasi terhadap tersangka ROI yang mengakui bahwa narkotika tersebut dibeli dari temannya sesama sopir truk yang beralamat di Desa Bumen Kecamatan Sumowo Semarang dengan harga Rp500.000,” jelasnya.

Tersangka ROI melakukan tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli, menerima, menyimpan dan menguasai narkotika Golongan I jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Primer Pasal 114 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000. (set)