Soal Vaksin Booster, Pemkot Magelang Tunggu Juknis

JEMPUT BOLA. Dinas Kesehatan dan Polres Magelang Kota melakukan safari door to door jemput bola vaksinasi bagi masyarakat setempat, untuk mempercepat persentase capaian vaksinasi Covid-19.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
JEMPUT BOLA. Dinas Kesehatan dan Polres Magelang Kota melakukan safari door to door jemput bola vaksinasi bagi masyarakat setempat, untuk mempercepat persentase capaian vaksinasi Covid-19.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANG. MAGELANGEKSPRES.COM– Pemkot Magelang belum berencana menyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster. Hal lebih jauh masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

“Belum ada arahan dari (pemerintah) pusat,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono, Selasa (11/1).

Menurutnya, Kota Magelang sendiri sampai saat ini pasokan vaksin masih sangat mencukupi. Bahkan jika digelar program booster. Namun, tanpa adanya juknis tersebut, Dinas Kesehatan tidak bisa mengalokasikan dosis vaksin ketiga.

Sekretaris Daerah Kota Magelang itu menyebutkan jika di dalam juknis turut mengatur mengenai alokasi vaksin untuk booster dan sasaran penerima vaksin dosis ketiga itu. Juknis juga diperlukan untuk menghindari terjadinya salah sasaran.

“Misalnya ASN atau pelayan publik, tapi yang mana kan kita belum tahu. Walaupun sebenarnya pasokan vaksin ada, tapi kita memilih menunggu arahan pusat,” jelasnya.
Saat ini, kata Joko, yang terpenting adalah mempercepat vaksinasi bagi pelajar. Sebab, hal itu menjadi syarat pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang diwacanakan digelar akhir Januari 2022 di Kota Magelang.

“Kita prioritaskan yang belum divaksin seperti siswa sekolah dan lansia. Usahanya dengan jemput bola, dan menyosialisasikan betapa pentingnya vaksin ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno turut mendorong agar para pelajar segera mendapatkan vaksin Covid-19. Ia juga berharap, para orangtua bisa mendukung program percepatan vaksinasi.

“Karena kalau angka vaksinasi pelajar ini masih kurang kita tidak bisa PTM. Kalau tidak dipercepat, nanti ditunda lagi. Ya saya harap, para orangtua bisa mendorong putra putrinya untuk segera mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Hingga kini, capaian vaksinasi di Kota Magelang sudah nyaris menembus angka 80 persen dari target. Capaian itu tidak lepas dari peran Dinas Kesehatan yang getol melakukan upaya jemput bola.

Artikel Menarik Lainnya :  Vaksinasi Anak Ditarget Selesai Januari, Ini Permintaan Kapolres Magelang ke Jajarannya

“Kita datangi warga terutama lansia secara door to door. Termasuk para siswa ini juga kita datangi ke sekolah masing-masing supaya vaksinasi bisa dipercepat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Intan Suryahati. (wid)