Soal Umrah, Kemenag Kota Magelang Persilakan PPIU Berinovasi tapi Jangan Menipu

PEMBINAAN. Kemenag Kota Magelang memberikan penjelasan tata laksana pelaksanaan umroh kepada penyedia jasa, Rabu (23/2).
PEMBINAAN. Kemenag Kota Magelang memberikan penjelasan tata laksana pelaksanaan umroh kepada penyedia jasa, Rabu (23/2).

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM-Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Magelang menyelenggarakan pembinaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tahun 1443 / 2022 M di RM Palm Raja Kelurahan Tidar Selatan Kecamatan Magelang Selatan, Rabu (23/2).

Acara pembinaan tersebut dihadiri pengelola KBIHU Walisongo dan Uswatun Hasanah serta PPIU Zhafira, Taqwa Tour, Baitussalam Tannur. Selain itu, dari internal Kementerian Agama Kota Magelang para kepala seksi, penyelenggara Zawa dan juga kepala KUA kecamatan.

Dalam sambutannya Kepala Kementerian Agama Kota Magelang Sofi Nur.

menjelaskan kepada peserta rakor bahwa Kementerian Agama memiliki tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus sebagai regulator.

“Kementerian agama berkewajiban melakukan pembinaan dengan menetapkan regulasi, perizinan, akreditasi, sosialisasi, orientasi, sertifikasi, dan melakukan bimbingan teknis. Selain itu juga melakukan pengawasan dan perlindungan dengan melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi, tindak lanjut pengaduan dan pemberian sanksi,” ujar Sofi Nur.

“Silahkan pengelolan PPIU untuk berinovasi dan berkreasi untuk menarik minat calon jamaah asalkan tidak ada unsur penipuan atau memberikan janji palsu,” lanjutnya mengingatkan.

Kasi PHU Kankemenag Kota Magelang Taufik Husen Ansori menyampaikan bahwa pengawasan oleh Kementerian Agama dilakukan untuk memastikan agar pelayanan kepada jamaah bisa berjalan dengan baik sehingga jamaah tidak dirugikan.

Taufik menjelaskan hingga kini pemerintah Arab Saudi hanya mengakui empat vaksin Covid-19 saja, yakni moderna, johson & jaohson, pfizer dan aztrazenica.

“Sedangkan vaksin Sinovac dan Sinopharm masih menunggu pengakuan resmi. Namun demikian ada kebolehan bagi mereka yang sudah mendapatkan booster. Oleh karena itu diharapkan PPIU memberikan informasi yang jelas dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan janji kepada calon jamaah,”jelasnya.(hen)