Soal Kembang Api, Polres Magelang KotaTunggu Izin Polda Jateng

TUNGGU IZIN. Strategi penyalaan kembang api di Alun-alun sebagai salah satu upaya menangkal petasan saat Idul Fitri, masih diajukan izinnya ke Polda Jateng.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
TUNGGU IZIN. Strategi penyalaan kembang api di Alun-alun sebagai salah satu upaya menangkal petasan saat Idul Fitri, masih diajukan izinnya ke Polda Jateng.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evelyn Sebayang menegaskan, saat ini pihaknya masih mengurus izin pelaksanaan pesta kembang api pada malam takbir Idul Fitri 1443 H/2022 yang rencananya akan digelar di Alun-alun Kota Magelang.

“Kita masih mengurus izinnya, yang mengeluarkan izin boleh atau tidak (rencana kembang api) nanti Polda Jateng,” kata Yolanda ditemui di Mapolres Magelang Kota, Rabu (27/4).

Jika wacana tersebut diizinkan, lanjut Yolanda, pihaknya akan menerapkan skenario penutupan Alun-alun Kota Magelang dari kendaraan bermotor atau Car Free Night. Akses kendaraan menuju pusat kota tersebut akan dialihkan ke jalur-jalur alternatif dan disiapkan kantong-kantor parkir.

Skenario tersebut akan diberlakukan sejak sore hingga kembang api selesai dinyalakan pada malam Lebaran 1443/2022.

“Ya, kalau jadi, nanti akan ada pembatasan. Alun-alun akan ditutup. Car Free Night mulai jam 17.00 WIB sampai malam,” imbuh Yolanda.

Walaupun demikian Yolanda memastikan, ada catatan yang harus dilakukan apabila pesta kembang api dilaksanakan, yakni tidak boleh ada kerumunan massa. Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong melihat kembang api di Alun-alun, karena bisa disaksikan dari kejauhan.
“Melihat kembang api tidak harus di titik dimana kembang api dinyalakan. Tidak perlu berkumpul, dari rumah masing-masing juga bisa,” tandas Yolanda.

Lebih lanjut, Yolanda menjelaskan, wacana kembang api pada malam Lebaran 1443 H itu muncul karena sebagai antisipasi maraknya penyalaan petasan/mercon setiap malam Lebaran dan usai shalat Idul Fitri.

Menurutnya, tradisi tersebut sangat membahayakan, bahkan sudah banyak kejadian kebakaran rumah, hingga korban tewas akibat penyalaan mercon.

“Sebetulnya wacana melaksanakan kembang api itu untuk mengimbau masyarakat agar jangan bawa mercon. Ada tradisi, kebiasan kalau takbir keliling di kampung-kampung pakai mercon, habis salat Id juga,” kata Yolanda.

Dia mencontohkan, sudah banyak kejadian mercon akibatnya kebakaran rumah. Maka pihaknya menyarankan pakai kembang api dalam satu titik.
“Pak Walikota Magelang ingin ada sesuatu yang baru setelah 2 tahun tidak ada kegiatan apapun saat Lebaran,” tuturnya.

Dikatakan, jumlah pemudik yang akan tiba di Kota Magelang diprediksi mencapai 110.000 jiwa atau hampir sama dengan jumlah penduduk Kota Magelang sekitar 128.000 jiwa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi kesan menarik bagi para pemudik.
Pada kesempatan itu, Yolanda menegaskan, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, takbir keliling pada malam Lebaran dilarang digelar oleh masyarakat. Takbir hanya boleh digelar di masjid masing-masing.

Pihaknya akan membatasi akses menuju Kota Magelang terutama di titik-titik perbatasan untuk mengantisipasi kendaraan takbir keliling dari luar daerah masuk ke wilayahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mewacanakan menggelar pesta kembang api pada malam Idul Fitri 1443/2002 di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (1/5) mendatang. Diharapkan, adanya rencana ini mencegah masyarakat menyalakan petasan di daerah masing-masing.

“Ide ini muncul biar warga tidak menyalakan mercon di sembarang tempat, yang (biasanya) di kampung-kampung dijadikan 1 aja kita di Alun-alun dengan acara kembang api,” kata Aziz. (wid)