SMPN 40 Purworejo Terjunkan Guru ke Desa-Desa, Atasi Kendala Belajar Siswa Selama PJJ

BIMBING SISWA. Guru SMPN 40 Purworejo mengunjungi Pokjar di desa-desa dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan materi belajar
BIMBING SISWA. Guru SMPN 40 Purworejo mengunjungi Pokjar di desa-desa dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan materi belajar

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Para guru SMP Negeri 40 Purworejo diterjunkan ke sejumlah kelompok belajar (Pokjar) di desa-desa di wilayah Kecamatan Pituruh. Mereka ditugasi untuk mengatasi kendala belajar yang dialami siswa selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19.

Secara resmi, pemberangkatan guru telah dilakukan mulai Rabu (19/8) kemarin. Pada tahap awal ini, ada sebanyak 24 guru mata pelajaran yang diterjunkan ke Pokjar-Pokjar di 12 desa.

“Secara resmi memberangkatan guru tahap awal untuk mengunjungi Pokjar di desa sudah kita lakukan dan akan terus berlanjut,” kata Kepala SMPN 40 Purworejo, Himawan Susrijadi, saat dikonfirmasi Jumat (21/8).

Disebutkan, penerjunan guru menjadi tindak lanjut pembentukan Pokjar di desa-desa. Saat ini, siswa SMP 40 yang tinggal satu desa dan memiliki keterbatasan akses internet, sudah mulai belajar secara daring serta terbatas, dengan difasilitasi internet desa. Menurutnya, dalam proses PJJ secara berkelompok itu mulai ada pertanyaan terkait materi yang tidak dipahami siswa.

“Para guru ini nanti akan memberikan materi langsung, menjawab pertanyaan siswa, hingga mengumpulkan tugas,” sebutnya.

Materi yang diberikan sesuai dengan bidang atau mata pelajaran guru. Sasarannya yakni siswa kelas VII, VIII, dan IX.

“Guru pelajaran memberi materi untuk tiga kelas itu, tapi kalau tugas dikumpulkan kepada gurunya masing-masing lewat koordinator Pokjar atau langsung saat guru datang,” lanjutnya.

Lwbih lanjut dijelaskan bahwa sekolah tetap menerapkan pembatasan maksimal dan protokol kesehatan dalam terobosan pembelajaran itu. Guru wajib memakai face shield, masker, sarung tangan karet, dan membawa hand sanitizer.

“Siswa juga memakai masker dan jaga jarak saat proses pembelajaran. Sebelum dan sesudah bertemu, guru maupun siswa wajib mencuci tangan pada sarana yang disediakan atau hand sanitizer yang dibawa,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Menambah Referensi Wisata Kuliner Pinggir Kali, Bupati Purworejo Resmikan Satria Bogowonto

Terobosan yang diterapkan SMPN 40 mendapat apresiasi dari Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno yang juga turut memberangkatkan guru bersama Kepala Puskesmas Pituruh dr Sutrisno. Bahkan, sejak awal, Pemerintah Kecamatan juga ikut mendukung dengan memfasilitasi pengiriman surat kepada desa agar dapat membantu sarana internet dalam pembelajaran daring.

“Desa di Pituruh sudah terjangkau internet, tapi memang ada daerah yang belum merata karena topografinya berbukit. Seluruh di Pituruh menyatakan siap mendukung proses pembelajaran itu,” ungkapnya. (top)