SMKN 3 Magelang Terpilih Mengikuti Penguatan Kapasitas Guru Kewirausahaan SMK

KAPASITAS. Peserta dari SMK Negeri 3 Magelang saat mengikuti zoom rasio mini class penguatan kapasitas guru kewirausahaan SMK(Foto dokumen smkn3magelang)
KAPASITAS. Peserta dari SMK Negeri 3 Magelang saat mengikuti zoom rasio mini class penguatan kapasitas guru kewirausahaan SMK(Foto dokumen smkn3magelang)

Melalui Program Rasio Universitas Prasetiya Mulya

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES,COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan jenjang menengah yang bertugas untuk mempersiapkan lulusannya agar siap bekerja sesuai dengan kompetensinya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menuntut semua sektor untuk berkembang menyesuaikan diri dan bergerak menuju percepatan perkembangan industri dan budaya kerja yang diterapkan di industri.

Keberhasilan SMK dalam mencetak lulusan tenaga kerja tingkat menengah memiliki keterampilan dan kemampuan bersaing di dunia industri dipengaruhi oleh berbagai faktor ketika peserta didik melewati proses pembelajaran di sekolah.

Salah satu karakter penting yang ada pada para pelaku kegiatan di dunia usaha dan dunia industri adalah mental kewirausahaan, di mana mental kewirausahaan para pelaku usaha dan industri sangat mempengaruhi bagaimana mereka mengelola dan menjalankan kegiatan usaha atau industrinya.

Berkaitan dengan hal tersebut, SMK diamanahi oleh Mendikbud Ristek RI untuk menciptakan pengajar yang memahami aspek kewirausahaan secara menyeluruh. Yang menjadi permasalahan adalah tidak semua guru kewirausahaan di SMK memiliki mental dan kapasitas kewirausahaan yang memadai, sehingga pembelajaran kewirausahaan di SMK kepada siswa masih terkendala.

Sehubungan dengan hal tersebut, melalui program RASIO (Rumah Inspirasi dan Konsultasi Bisnis Online), Universitas Prasetiya Mulya mencoba mengambil bagian untuk dapat berkontribusi dalam membantu tujuan dari Mendikbud Ristek RI.

Dengan mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Guru Kewirausahaan SMK”, program ini bertujuan untuk meningkatkan dan menguatkan pola pikir para guru kewirausahaan agar dapat mencetak wirausaha baru dari lulusan SMK.

Program ini menghadirkan 30 guru kewirausahaan dari 10 SMK terpilih sebagai peserta. SMK tersebut antara lain SMKN 3 Magelang, SMKN 1 Sawan; SMK PP Negeri Padang; SMK PGRI 2 Badung Bali; SMKN 1 Pemalang; SMKN 1 Sayung Demak; SMKN 1 Alian Kebumen; SMKS Muhammadiyah 1 Purbalingga; SMKN 3 Probolinggo; dan SMKS Mataram Semarang.

Dalam program ini yang menjadi pembicara adalah Fathony Rahman, DBA (Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya), Handyanto Widjojo (Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya dan M Setiawan Kusmulyono (Dosen & Praktisi Sociopreneur).

Ketiga pembicara tersebut membawakan materi seputar kewirausahaan, seperti Inspirasi dan Proses Kewirausahaan; serta Proses Mengenali dan Menjawab Kebutuhan Konsumen. Program yang berlangsung tanggal 12 hingga 19 April 2022 ini terdiri atas dua jenis kegiatan, yakni 3 hari pemaparan materi dan diakhiri dengan ujian presentasi akhir dari tiap-tiap sekolah. Para peserta diminta untuk memaparkan ide bisnis yang paling memungkinkan untuk dilakukan dalam lingkup sekolah atau jurusan-jurusan di sekolah. (Tim jurnalistik skaniga)