SMKN 3 Magelang jadi Sekolah yang Menyenangkan, Kenapa Tidak?

Workshop Penguatan Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) Rabu (6/10), di aula SMK Negeri 3 Magelang. (foto: dokumen smkn3 magelang)
Workshop Penguatan Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) Rabu (6/10), di aula SMK Negeri 3 Magelang. (foto: dokumen smkn3 magelang)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – SMKN 3 Magelang menggelar acara Workshop Penguatan Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) Rabu (6/10) di aula setempat. Acara workshop ini dihadiri oleh 30 guru pengajar kelas X dan 1 narasumber dari Yayasan Setara Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi ( BBPPMPV) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi.

Gerakan sekolah menyenangkan merupakan akar rumput yang mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang adaptif, mandiri, tangkas, dan cepat menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat dan tak menentu.

Acara workshop dipandu oleh Winarni SPd. Susunan acara workshop diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu oleh Dra Dwi Kurniati. Acara dilanjutkan pembacaan doa oleh Drs Sarjono dan sambutan oleh Plt Kepala SMKN 3 Magelang yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Sutji Sadarini SPd. Acara selanjutnya Workshop Penguatan Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) oleh Yuli Sulistiyanto.

Sutji Sadarini SPd mengatakan gerakan sekolah menyenangkan adalah gerakan merdeka belajar untuk menciptakan belajar yang kritis, kreatif dan mandiri.

“Guru dan siswa harus saling berpartisipasi aktif dalam pembelajaran agar dapat menjawab tantanggan implementasi ekosistem GSM,” tambahnya.

Yuli Sulistiyanto selaku narasumber Workshop Penguatan Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) mengatakan tujuan dari GSM adalah Pengembangan Karakter dan penguatan budaya kerja berbasis profile pelajar siap dan terampil, dapat mencipta kesiapan siswa hadapi perkembangan untuk hasil yang diharapkan disiplin positif menyeluruh dapat diterapkan di lingkungan sekolah dalam upaya pengembangan sekolah ramah anak dan gerakan sekolah menyenangkan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tim PHP2D BEM FH Unimma Angkat Potensi Kopi Majaksingi

Gerakan sekolah menyenangkan menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia memiliki lingkungan belajar yang positif, menyenangkan, aman dan membangkitkan semangat belajar siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter baik anak-anak Indonesia.

“Sekolah ramah anak menjadi ruang atau wadah untuk bekerja sama antar lintas dinas misalnya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, KPK, dll,” tambahnya

Ada 4 prinsip hak anak yang harus diterapkan 1. Kepentingan terbaik untuk semua anak menjadi pertimbangan utama 2. Meletakkan perkembangan usia anak didik 3. Tidak membeda-bedakan siswa atau non diskriminasi 4. Mendengarkan pandangan anak atau partisipasi anak.

Workshop Ekosistem GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) ditutup pukul 11.45 WIB. (adv/tim jurnalistik skaniga : Nurul Istiqomah)