SMK Negeri 3 Magelang Ikuti Lomba Desain Busana Dekranasda Expo Kabupatem Magelang 2019

SMK
Foto bersama  pemenang lomba Desain Busana dari SMK Negeri  3 Magelang Firda Setia Nanda dan Triya Oktafina

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – SMK Negeri 3 Magelang , terutama Program Keahlian Tata Busana mengikuti lomba Desain Busana yang diselenggarakan oleh Dekranasda Kabupaten Magelang, Jum’at (22/11). Ini merupakan acara tahunan dari Dekranasda Kabupaten Magelang yang diselenggarakan di Artos Mall.

Tema yang diangkat dalam ajang lomba ini adalah Busana Casual  Muslim atau busana Kasual Konvensional. Peserta lomba untuk umum dengan syarat adalah warga Kabupaten Magelang. Peserta lomba wajib membuat busana casual kreatif wanita dengan menggunakan kain batik Kabupaten Magelang yang telah disediakan oleh panitia.

Lomba yang diikuti sebanyak 33 peserta dari kalangan pelajar, umum, ataupun dari kalangan industri yang mempunyai usaha.

Siswa kelas XI sebagai juara ke 2 atas nama Firda Setia Nanda mengambil tema “Cassava Red Line”. Busana kasual yang terinspirasi dari Japanesse Style dengan garis kimono. Menggunakan kain batik yang dipadukan dengan lurik dan katun merah. Aksen merah pada busana ini mempertegas desain batik yang dikombinasi dengan lurik. Adanya garis merah melambangkan benang merah/ identitas lokal Magelang yakni penghasil budidaya singkong yang secara kreatif diolah menjadi makanan khas daerah yaitu gethuk.

“Busana kasual hijab ini dipakai oleh para remaja atau digunakan pada acara santai,” papar Firda.

Salah satu pemenang juara harapan 3 atas nama Triya Oktafina mengusung tema “Neo Medieval” unsur romantisme abad pertengahan dan membangkitkan romantisme dalam sejarah, di mana tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi.

“Secara visual tema ini memunculkan kesan gaya khas pejuang futuristic, kuat, tegas, dan elegan dengan palet warna yang netral dan membumi. Tema abad pertengahan masih mempesona meski dunia sudah modern dan berteknologi tinggi. Bentuk yang dipadukan dengan detail pemanis seperti tuck in di bagian depan, saku-saku dan bentuk a-simetris, aksesories kepala berupa Hoodie menambah detail busana tersebut,” papar Triya.

Penilaian berdasarkan originalitas karya, kreatifitas desain, kesesuaian dengan tema, keserasian warna dan motif, kerapihan jahitan, dan penampilan di atas panggung serta daya jual.

“Lewat lomba ini banyak muncul kreativitas dari para peserta dalam mengolah busana batik kasual. Diharapkan kreativitas dari para pemenang juga menginspirasi peserta lainnya dalam mengembangkan kemampuan desainnya,” kesan Tatok Prihasmanto, salah satu Dewan Juri Desain Busana Dekranasda Expo Magelang Of Heritage. (rilis)