SMK N 3 Magelang Gelar Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Rancangan Pengembangan BLUD

Dr Nikmah Nurbaity SPd, MPd, BI Kacabdin Wilayah VIII sedang membuka acara didampingi Waka Kurikulum dan Dr. Totok Sugiarto, M.Hum dari Direktorat SMK
MEMBUKA. Dr Nikmah Nurbaity SPd, MPd, BI Kacabdin Wilayah VIII sedang membuka acara didampingi Waka Kurikulum dan Dr. Totok Sugiarto, M.Hum dari Direktorat SMK

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – SMK Negeri 3 Magelang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Rancangan Pengembangan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di sekolah setempat, 8 -10 November 2021. Kegiatan Sosialisasi BLUD dilaksanakan pada Senin (8/11/2021) di aula sekolah.

Sambutan Kepala SMK Negeri 3 Magelang disampaikan oleh Sutji Sadarini SPd (Waka Kurikulum), bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari persiapan SMKN 3 Magelang menjadi SMK BLUD yang sudah dimulai pada 2 Desember 2020 dengan Desk Tahap I di SMK Negeri 10 Semarang, dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan Dokumen Sekolah Rintisan  BLUD pada 15 Desember 2020 di sekolah serta  Desk Tahap II Persiapan Rintisan SMK Negeri PPK-BLUD Provinsi Jawa Tengah di SMK N 3 Magelang pada tanggal 17-19 Maret 2021.

Mengapa SMK harus BLUD? Karena  BLUD itu merupakan langkah strategis Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka memberi payung hukum agar dapat menjalankan unit produksi, teaching factory, dan usaha-usaha lainnya yang selama ini sebagai sarana meningkatkan kompetensi siswa secara realistis

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr Nikmah Nurbaity SPd, MPd BI, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada SMK Negeri 3 Magelang yang menjadi salah satu SMK piloting BLUD di Jawa Tengah. Sekolah BLUD diharapkan punya TEFA (Teaching Factory) sehingga dilatih merancang, memproduksi dan memasarkan produknya.

“Tugas guru yang utama mengembangkan TEFA-nya. Tantangan guru-guru untuk mengaktifkan TEFA sehingga produknya tidak seperti latihan tetapi menghasilkan pendapatan sekolah yang dikelola BLUD,” tambahnya.

Kebijakan BLUD disampaikan oleh Bayu Wardani SE, MM dari BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Provinsi Jawa Tengah. Ia menyampaikan perjalanan beberapa sekolah termasuk SMKN 3 Magelang untuk menjadi SMK BLUD sejak tahun 2019, yang semula ada 15 SMK Rintisan BLUD dan tahun 2020 difokuskan menjadi 6 SMK yakni SMK N 1 Bawang Banjarnegara, SMK N 1 Bawen, SMK N 8 Surakarta, SMK N 3 Magelang, SMK N 11 Semarang, dan SMK N 1 Blora. Dari Rintisan BLUD diharapkan menjadi BLUD murni.

Artikel Menarik Lainnya :  SMPN 6 Temanggung Juarai Liga Pelajar Tingkat SMP/MTs

Dr Totok Sugiarto MHum dari Direktorat SMK menyampaikan materi pengenalan tentang BLUD. Pembentukan BLUD SMK bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibelitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, serta penerapan praktik bisnis yang sehat di lingkungan SMK.

Kegiatan diikuti oleh guru-guru SMKN 3 Magelang dari semua program keahlian, yakni dari Perhotelan, Kuliner, Kecantikan dan Spa, Broadcasting dan Perfilman, dan Busana, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (adv/tim jurnalistik skaniga: Umi Khayah Rusiyanah SPd)