SMK Kesehatan Purworejo Jajaki Kerjasama dengan Panti Jompo

Siswi SMK Kesehatan Purworejo saat melakukan cek kesehatan penghuni panti jompo.
CEK KESEHATAN. Siswi SMK Kesehatan Purworejo saat melakukan cek kesehatan penghuni panti jompo.

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – SMK Kesehatan Purworejo menerjunkan murid-muridnya ke Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usa (PPSLU) Adi Yuswo di Kabupaten Purworejo untuk ikut membantu merawat penghuni panti jompo tersebut.

Kedatangan rombongan dari SMK Kesehatan Purworejo disambut oleh Harjito, A.KS, selaku Kepala PPSLU Adi Yuswo dan jajarannya.

“Tujuan dari kunjungan ini, untuk membangun komunikasi antara SMK Kesehatan Purworejo dengan PPSLU Adi Yuswo, barangkali ada program yang nantinya bisa dikerjasamakan,” ujar Nuryadin dalam kesempatan tersebut, kemarin.

Salah satu kompetensi di SMK Kesehatan Purworejo, kata Nuryadin, bidang pelayanan orangtua (pramurukti) dan pelayanan bayi (pramusiwi).

Karena PPLSU merupakan panti jompo, Nuryadin berharap ada sinergi antara SMK Kesehatan Purworejo dengan PPSU, baik nantinya berkaitan dengan praktek, ataupun yang berkaitan dengan pelayanan terhadap orangtua.

“Karena SMK Kesehatan Purworejo memiliki jurusan keperawatan, dan disini ada panti jompo. Jadi nyambung,” ujar Nuryadin.

SMK Kesehatan Purworejo, ungkap Nuryadin, juga menjalin kerjasama dengan LPK Kansha untuk penyaluran tenaga kerja ke Jepang, dan Korean Language Center (KLC) Mugunghwa, untuk penyaluran tenaga kerja ke Korea. Dengan adanya kerjasama tersebut, nantinya bisa menambah capaian kompetensi siswa, sehingga ketika nantinya diterjunkan ke Jepang atau Korea sudah siap

Menanggapi adanya kunjungan tersebut, Harjito selaku Kepala PPLSU Adi Yuswo menyambut baik. Dijelaskan, bahwa PPSU Adi Yuswo merupakan UPT dari Dinas Sosial Propinsi Jateng, yang berada di Purworejo.

“PPSU memberikan pelayanan kepada mereka-mereka yang disebut penerima manfaat,” ungkap Harjito.

Penghuni PPSU saat ini, kata Harjito, mencapai 100 orang, laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang permasalahan yang berbeda, antara lain karena faktor ekonomi, keterlantaran, maupun yang diterlantarkan dari pihak keluarga.

Artikel Menarik Lainnya :  Tim SMPN 7 Magelang Raih Juara 2 PBB Tingkat Kota

“Pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat, sejak awal hingga meninggal dunia/pemakaman. Juga pelayanan kebutuhan sehari-hari dan pemberian ketrampilan. Dan yang paling utama, pemberian pelayanan kesehatan,” terang Harjito.

Adanya kerjasama dengan SMK Kesehatan Purworejo, menurut Harjito, sangat membantu sekali. Jika nantinya dilanjutkan dengan MoU, bisa sama-sama saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Disini siswa bisa langsung praktek, dan dari panti bisa memberikan pelayanan secara maksimal. Ketika nanti siswa diterima di dunia kerja, maka sudah tidak canggung lagi,” ujar Harjito.

Nina Hadnisari selaku Kajur Keperawatan SMK Kesehatan Purworejo menjelaskan, dalam praktek keperawatan, ada 18 unit kompetensi yang harus dicapai, antara lain, pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, pernafasan, suhu.

“Ada juga kompetensi dimana anak-anak harus bisa memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda, serta membantu untuk memotivasi dan mengedukasi para lansia di sini,” kata Nina. (luk)