SMAN 3 Purworejo Juara Kompetisi Vlog Nasional

SMAN 3 Purworejo Juara Kompetisi Vlog Nasional.
BERSAMA. Para siswa dan guru SMAN 3 foto bersama memboyong trofi atas keberhasilan menjadi juara BVC 2019 di lapangan sekolah setempat,

PURWOREJO – Tim 3’smantigrafi SMA Negeri 3 Purworejo berhasil memboyong trofi juara harapan 2 dalam ajang lomba tingkat nasional Bussiness Vlog Competition (BVC) 2019 yang digelar Universitas Islam Indonesia (UII). Prestasi bergengsi ini diraih melalui karya vlog yang mengangkat aktivitas bisnis di Pasar Inis Desa Brondongrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo.

Tim 3’smantigrafi beranggotakan 3 siswa, yakni Ranni Anugrah Pramudhita  kelas XI IPA 1, Bagas Ramdhan Aryadi kelas XI IPA 3, dan Gabriel Agung Brillianto kelas XI IPA 4. Lomba berlangsung selama 2 hari, 20 – 21 November 2019, sebelum akhirnya diseleksi untuk masuk semifinal 10 besar tim vlog se- Indonesia.

“Dalam lomba kemarin kami mempresentasikan hasil vlog dengan tema bisnis dan teknologi. Lokasi pengambilan video yang kami pilih adalah Pasar Inis Desa Brondongrejo,”  kata Ranni Anugrah Pramudhita, Rabu (27/11).

Menurutnya, banyak sekali yang mereka lalui dalam pengerjaan karya vlog tersebut, salah satunya yakni keterbatasan peralatan dan software untuk pengeditan. Namun, dengan kegigihan dan semangat serta tak lepas dari dampingan guru pembina, mereka dapat menyelesaikannya dengan hasil memuaskan.

“Alhamdulillah kami masuk nominasi 10 besar bersama dengan SMA/MA hebat se-Indonesia. Lalu setelah itu kami melakukan presentasi di UII tepatnya di Fakultas Ekonomi pada tanggal 20-21 November dan mendapatkan tempat di posisi 5 besar atau juara Harapan 2 Nasional,” sebutnya.

Gabriel Agung Brilianto menjelaskan, Pasar Inis buka setiap hari Minggu dan tim 3’smantigrafi mengambil footage video di Pasar Inis dalam kurun waktu lebih kurang 3 pekan. Diakuinya, tim harus sabar dan jeli untuk menunggu timing nilai social yang ada di pasar tersebut, seperti ketika perekaman pembeli kuliner, reaksi pengunjung, dan sebagainya.

“Kami mendapatkan banyak kesan saat mengambil video di Pasar Inis, antara lain adalah ramahnya para penjual dan pengunjung. Ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang ramah sopan dan santun,” jelasnya.

Kepala SMAN 3 Purworejo, Dra Fitarini MSi, mengaku bersyukur dan bangganya atas prestasi yang diraih siswa-siswinya.

“Anak-anak sekarang kreatif, kita sebagai orang tuanya harus bisa mendorong kreativitas itu menjadi berdayaguna dalam berbagai hal, salah satunya ajang kompetisi,” ungkapnya.

Kebanggan serupa juga disampaikan oleh Lurah Destinasi Digital GenPI Pasar Inis, Rianto Purnomo, yang mendampingi tim sejak praproduksi, produksi hingga persiapan final.

“Bukan menang dan kalahnya, tetapi adik-adik jadi mengerti bagaimana berkarya, berjuang, dan mengapresiasi orang lain lewat karya mereka. Itu yang terpenting,” tandasnya. (top)