Situs Liyangan hanya Sebagai Wisata Edukasi, Belum Jadi Destinasi Wisata Murni. Ini Alasannya

Situs Liyangan hanya Sebagai Wisata Edukasi, Belum Jadi Destinasi Wisata Murni. Ini Alasannya
Pelajar salah satu SMP di Kabupaten Temanggung saat melakukan kunjungan bertajuk wisata edukasi ke Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kendati disebut-sebut sebagai salah satu temuan peninggalan bersejarah yang cukup membuat para peneliti merasa terpukau, namun Pemerintah Kabupaten Temanggung menyebut bahwa Situs Liyangan yang terdapat di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo sampai sejauh ini masih belum dapat dioptimalkan sebagai destinasi wisata murni, namun baru sebatas wisata edukasi semata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung, Saltiyono Atmaji. Menurutnya, pertimbangan menjadikan Situs Liyangan sebagai wisata edukasi sebagai peruntukan utama adalah karena di lokasi tersebut masih terus dilakukan proses ekskavasi serta penelitian.

“Peruntukan utama Situs Liyangan sejauh ini tetap wisata edukasi, belum dapat menjadi destinasi wisata murni mengingat sampai saat ini masih terus dilakukan tahapan penelitian sekaligus ekskavasi berkala yang berlangsung sudah sejak lama,” jelasnya.

Diungkapkan, sampai saat ini animo masyarakat untuk melakukan wisata edukasi ke Situs Liyangan cukup tinggi, terutama kalangan pelajar dari mulai tingkat SD hingga SMA yang dapat melihat berbagai temuan serta informasi terkait peninggalan bersejarah di lokasi tersebut dari para pemandu.

Tak hanya berasal dari dalam saja, namun tak sedikit pengunjung yang juga berasal dari luar daerah. Seperti Kabupaten Batang, Demak, Kediri, dan lain sebagainya.

“Berdasar informasi, tahun ini akan ada kegiatan kerjasama antara Kementerian Kebudayaan dan pihak BPCB bernama Festival Liyangan. Tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat terkait pemahaman terhadap Situs Liyangan, termasuk berbagai temuan benda peninggalan bersejarah di dalamnya,” tukasnya. (riz)