Siswa Smansa Juara 1 Cipta Cerpen FLS Nasional

JUARA. Gembong Hanung
JUARA. Gembong Hanung, siswa Smansa Purworejo menjadi juara 1 FLS tingkat nasional 2019 bidang cipta cerpen, kemarin.

PURWOREJO – SMA Negeri 1 (Smansa) Purworejo kembali meraih prestasi bergengsi. Salah satu siswa kelas XII MIPA-7 bernama Gembong Hanung, menjadi juara 1 Festival Literasi Sekolah (FLS) tingkat nasional 2019 bidang cipta cerpen.

FLS digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Bogor pada tanggal 24-29 Juli 2019. Dalam ajang itu, Hanung mengangkat Cerpen berjudul  “Sebatang Pohon di Tengah Ladang”. Cerpen itu mengisahkan tentang seorang penari Jidur yang batinnya tertekan karena masyarakat di kotanya menghabiskan banyak pohon beringin untuk melakukan upacara Pethik Tirta, sebuah upacara yang dipercaya masyarakat dapat memanggil hujan.

“Tema cerpen  dalam Lomba Cipta Cerpen Festival Literasi Sekolah 2019 adalah Cinta Alam dan Lokalitas.  Saat kalimat pertama dari penggalan cerpen Sebatang Pohon di Tengah Ladang dibacakan juri, saya senang dan cukup deg-degan,” kata Hanung, Selasa (30/7).

Hanung yang juga Ketua Ekstrakurikuler Gamma Gading Smansa  mengaku bersyukur. Baginya, prestasi ini sangat membanggakan mengingat ia harus bersaing ketat dengan perwakilan provinsi se-Indonesia.

“Setelah meraih emas pada FLS 2019 ini, saya akan meningkatkan kualitas karya saya dengan terus belajar serta akan berusaha sebisa saya dalam memajukan literasi di Indonesia,” ujarnya.

Sri Marilin, salah satu guru pendamping di Smansa mengungkapkan bahwa Hanung salah satu siswa yang cukup pendiam. Namun, ia tetap mumpuni dalam akademik, punya jiwa pemimpin, dan mampu menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Keberhasilan Hanung dalam kompetisi kali ini menunjukkan bahwa Smansa yang unggul dalam bidang akademik tetap mendukung bakat dan minat siswa.

“Walaupun bisa dikatakan pendiam, dia sosok yang ramah, senang membantu sesama dalam hal apa saja. Dia juga anak yang cekatan,” ungkapnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Menparekraf Sandi Canangkan Pandanrejo Jadi ‘The New Zealand Van Java’