Sistem Zonasi PPDB Dikeluhkan

Sistem Zonasi PPDB Dikeluhkan
PENDAFTARAN. Sejumlah siswa dan orang tua melakukan pendaftaran pada PPDB hari pertama di sejumlah SMP, kemarin.

PURWOREJO – Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejumlah sekolah SMP favorit di Kabupaten Purworejo dibanjiri calon siswa dan para orang tua. Kondisi itu terjadi di beberapa sekolah favorit, antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 15.

Bahkan, para pendaftar rela antre sehari sebelumnya agar dapat masuk kesekolah favorit. Hal itu menjadi imbas lahirnya sistem zonasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan yang dimulai pada Senin 17 Juni hingga Rabu 21 Juni 2019.

Berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru SMP dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Jarak tempat tinggal terdekat dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Pemerintah Desa menuju ke sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang mendaftar lebih awal.

Kebijakan itu mendapat keluhan dari masyarakat, todak terkecuali Kepala Sekolah SMP. Mereka menilai sistem zonasi mengubur niat siswa berprestasi sekolah di almamater unggulan. Selain itu, sitem zonasi dikhawatirkan akan menurunkan kualitas prestasi sekolah.

“Sistem zonasi yang diterapkan saat ini membuat keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah bermutu tak terpenuhi. Saya sebenarnya secara pribadi tidak setuju dengan sistem zonasi ini,” ujar Kepala SMPN 2, Yoshianti Wahyuningtyas.

Pihaknya mengaku lebih sepakat dengan sistem lama yang sudah diterapkan. Menurutnya, sistem tersebut lebih mampu mendukung siswa dalam kegiatan belajar, terlebih mereka siswa berprestasi yang rumahnya jauh dari sekolah favorit.

SMPN 2 Purworejo saat ini menduduki peringkat 1 Purworejo dan peringkat 4 di Jawa Tengah. Sementara peringkat Nasional ke 13 dengan nilai ujian nasioan 91,30. Semoga kedepan peringkatnya tidak menurun,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

Ia menjelaskan, untuk PPDB tahun ini, sekolahnya hanya menerima 224 siswa baru. Berdasarkan sistem zonasi, maka jumlah itu dibagi dalam kuota zona utama 20 persen, zona 1 (Kecamatan Purworejo, Banyuurip dan Kaligesing) 50 persen dan zona 2 sebanyak 15 persen.

Keluhan senada diungkapkan oleh Kepala SMPN 4 Purworejo, Eko Partono. Ia menjelaskan lantaran sistem zonasi ini sekolahnya yang berada di peringkat 5 di Purworejo ini bisa jadi akan kerepotan dalam proses belajar demi menghadapi persaingan kualitas sekolah.

Sistem zonasi dengan tidak mempertimbangan hasil ujian nasional maka itu akan merepotkan dalam proses pembelajaran dan menyulitkan dalam menghadapi persaingan kualitas untuk mempertahankan prestasi akademik,” ungkapnya. (top)