Sistem Bermasalah, Pembelian Tembakau oleh PT Djarum jadi Lesu

JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur tembakau di lapangan Giyanti Temanggung. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur tembakau di lapangan Giyanti Temanggung. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COMPT Djarum beralasan lesunya pembelian tembakau dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini, karena sistem pembelian di perusahaannya sedang mengalami masalah.

“Tanggal 23 itu kita ada trouble di sistem pembelian kita,” ungkap Manager Senior PT Djarum, Iskandar, usai koordinasi percepatan pembelian tembakau di Ruang Gajah Kantor Bupati Temanggung, Rabu (1/9).

Dijelaskan, petani itu sistem Djarum integred dan di situ ada yang namanya pajak  tidak bisa dibandingkan dengan transaksi biasa, semua petani itu punya kewajiban bayar pajak.

“Kalau petani tidak bayar pajak tradernya yang kena pajak,” jelasnya.

Namun menurut Iskandar, lesunya penyerapan tembakau pada awal panen raya ini bukan karena pajak, namun sistem pembelian yang sedang mengalami masalah.

Kendati demikian, saat ini sistem pembelian sudah diperbaiki, sehingga pembelian tembakau Temanggung sudah mulai. Dari sebanyak 11 trader yang ada di Kabupaten Temanggung hanya 3 trader yang pembeliannya masih lesu.

“Kami sudah melakukan pantauan ke semua trader di Temanggung hanya tiga yang sampai saat ini belum cepat pembeliannya,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal harga beli tembakau, ia menjelaskan, harga sangat tergantung dari cuaca. Jika cuaca mendukung maka kualitas akan mengikuti demikian pula dengan harganya.

“Tembakau itu sangat tergantung dengan cuaca, jika sudah waktunya atau mongso kualitas tembakau akan mengikuti, kalau sekarang mongso ke telu, tembakau biasanya grade C. Jadi tidak mungkin punya grade C dimongso karo itu bukan tembakau dari sini (Temanggung),” terangnya.

Tembakau memang sangat tergantung sama mongso, mongso itu menyangkut peredaran matahari lingkungan, intensitas matahari dan yang lainnya.

“Seperti kita masak ingin cepat mendidih melalui proses,” jelasnya.

Apalagi katanya dengan hujan kemarin, akan berpengaruh terhadap recovery kualitas tembakau. Hasil penelitian menyatakan, kalau hari ini hujan maka recovery-nya butuh sampai 15 hari, tanaman itu muda kembali.

Artikel Menarik Lainnya :  2.500 Siswa Miskin di Temanggung Terima BSM Rp950 Juta

Menurutnya, berdasarkan kalender dari perusahaan Djarum, panen raya tembakau saat ini baru 15 persen, namun kalau di lapangan memang sudah 70 persen.

“Kita punya mitra petani, dari mitra ini bisa didapatkan kalender panen tembakau, saat ini baru 15 persen,” jelasnya.

Untuk kuota pembelian sendiri lanjutnya, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung akan melakukan penyerapan hingga 4.000 ton tembakau pada panen raya tahun ini.

“Perusahaan tetap punya target dan anggaran kita tidak akan membeli tembakau yang tidak sesuai dengan harganya. Kita akan membeli sesuai dengan kualitasnya, bukan memanfaatkan kesempatan, tembakau dengan kualitas baik dibeli dengan harga yang murah tidak,” ujarnya. (set)