Sistem Arsip Desa Dianggap Kuno Tinggalan Penjajah, Empat Desa di Wonosobo Beralih Terapkan Protades

PROTADES. Launching Protades Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 kemarin.
PROTADES. Launching Protades Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 kemarin.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Empat Desa di Kabupaten Wonosobo telah berhasil mengimplementasikan Program Digitalisasi Buku Letter C Desa (Protades). Mereka meninggalkan sistem pengarsipan tanah desa yang dinilai kuno dan gunakan metode zaman penjajah Belanda.

Empat desa yang sudah gunakan Protades diantaranya Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto, Desa Bojasari Kecamatan Kertek, Desa Surengede Kecamatan Kertek, dan Desa Kreo Kecamatan Kejajar. Sehingga dinobatkan sebagai desa percontohan penerapan Protades.

“Tahun 2022 ini, di Wonosobo ada empat desa yang telah berhasil mengimplementasikan Program Digitalisasi Buku Letter C,” ungkap Pencetus Protades, Juni Prayitno, dalam sambutannya saat acara Launching Protades Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 kemarin.

Menurutnya, aplikasi Protades berawal dari sistem pengarsipan pertanahan desa yang dinilainya kuno dan memprihatinkan, karena masih memakai metode zaman penjajahan Belanda. Akibatnya berpeluang terjadinya maladministrasi di pemerintah desa.

“Mengingat sistem pengelolaan sudah kuno dan tidak layak, maka generasi muda harus mengambil peranan strategis sebagai upaya bela negara dan berkontribusi menyelamatkan aset tanah masyarakat,” pintanya.

Protades diinisiasi dan diciptakan pada tahun 2017 dan sampai saat ini sudah digunakan sekitar 760 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kota di pulau Jawa, dan kota, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan DIY.

“Permasalahan tanah menjadi krusial yang dapat mengakibatkan sengketa warisan dan kriminalitas. Untuk itu, perlu upaya semua pihak terkait untuk meminimalisir segala sengketa,” katanya.

Dengan Protades, akan mempercepat pencarian data, memangkas birokrasi dan meminimalisir terjadinya penyalahgunaan data. Maka, pihaknya akan menyosialisasikan Protades sampai tingkat kecamatan yang menyasar seluruh desa se-Wonosobo. Dimulai dari tahapan sosialisasi, instalasi aplikasi, MoU, penginputan data, serta pelatihan dan pendampingan.

“Kami akan berkolaborasi dengan kecamatan untuk menyasar seluruh desa  di Wonosobo, mulai proses sosialisasi, instalasi aplikasi, MoU, penginputan data, serta pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Wonosobo, Yusuf Haryanto menuturkan, dirinya bangga masih ada sosok pemuda yang peduli terhadap desa khususnya pertanahan.

“Pemkab mengapresiasi atas inisiatif Protades untuk Wonosobo, mohon dukungan dari tingkat kecamatan untuk tahapan sosialisasi untuk kemanfaatan masyarakat Wonosobo,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, Protades mampu meminimalisir terjadinya kehilangan data di pemerintah desa serta membantu proses pemberkasan dalam kegiatan PTSL.(gus)