Sisi Lain PT Asuransi Jiwa Bersama (JB) Bumiputera Asuransi Pertama yang Lahir di Magelang 109 Tahun Silam

    PERTAMA. Museum Bumiputera Jalan A Yani, Kota Magelang, memiliki rekam sejarah perusahaan asuransi pertama di Indonesia.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Terlepas dari kondisi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 yang sedang terseok-seok hampir di semua cabang, rupanya Kota Magelang menjadi cikal bakal berdirinya asuransi pertama di Indonesia itu. AJB Bumiputera 1912 berdiri pada tanggal 12 Februari 1912 atau sekarang sudah berusia 109 tahun.
    WIWID ARIF S, Magelang
    MENYADARI Magelang sebagai tonggak sejarah asuransi, Walikota Magelang saat itu, Bagus Panuntun meresmikan Museum Bumiputera 1912 di Jalan A Yani, pada tanggal 20 Mei 1985 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
    Pengelola Museum Bumiputera 1912, Wahyu Joko Wiranto mengatakan, Perusahaan Asuransi Bumiputera pertama kali mendirikan kantornya di kawasan Alun-alun Utara, Kota Magelang, sebelum akhirnya berpindah di Jalan A Yani, sampai sekarang. Kala itu, pendiri Asuransi Bumiputera, yaitu Ngabehi Dwidjowojo, Karto Hadi Karto Soebroto, dan Adimidjojo.

    ”Ketiga tokoh ini yang bisa kita lihat kalau dari jalan raya atau depan gerbang. Beliau bertiga ini adalah pendiri sekaligus pencetus asuransi pertama di Indonesia, yang saat itu masih Hindia-Belanda,” kata Wahyu, saat ditemui wartawan, Minggu (14/2).

    Ketiga pendiri perusahaan tersebut, kata Wahyu, merupakan seorang guru. Ada yang mengajar di Mosvia Magelang, yang saat ini difungsikan sebagai Markas Polres Magelang Kota, dan lembaga pendidikan lain di rezim kolonial Belanda.

    ”Sedangkan modal dasar dari perusahaan asuransi jiwa ini berasal dari premi angsuran asuransi yang dibayarkan oleh masing-masing anggota sesuai tingkat kebutuhannya,” jelasnya.

    Awalnya, kantor AJB Bumiputera hanya berbentuk gubuk dengan material kayu. Lebih mirip seperti rumah penduduk saat itu.

    ”AJB pertama kalinya di Alun-alun Utara berbentuk gubug seperti rumah ini,” katanya sembari menunjuk ke salah satu foto di dalam museum itu.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    Wahyu menuturkan, setelah berkantor di Magelang, akhirnya pindah di Ibukota Negara, saat itu berada di DI Jogjakarta.

    ”Sekarang di Jakarta. Jadi kantor AJB ini berdiri di beberapa zaman dan masa. Saat era kolonial, era kemerdekaan, era perang kemerdekaan ketika Ibukota Negara pindah di Jogjakarta, pindah ke Jakarta lagi, dan sampai sekarang era reformasi,” tuturnya.

    Ia menyebut bahwa Museum Bumiputera di Magelang, menjadi satu-satunya di Indonesia. Di museum itu pula, pengunjung dapat melihat kilasan sejarah Bumiputera hadir dan berkembang menjadi usaha perasuransian pertama dan terbesar di Indonesia.

    Selain rekaman jejak asuransi Bumiputera, di dalam museum juga dilengkapi dengan koleksi lain seperti beragam jenis uang dari era kolonial hingga kemerdekaan.

    ”Pertama uang Gulden sampai dengan 1943 ketika Jepang datang sehingga diganti menjadi De Japansche Regeering. Kemudian, saat NICA datang, mata uang berubah lagi menjadi Gulden NICA, dan ORI (Oeang Republik Indonesia), sampai Rupiah pada saat ini,” ucapnya.

    Selain museum uang kuno, di museum itu juga dilengkapi dengan koleksi mesin-mesin antik. Mesin tersebut digunakan Bumiputera dari masa ke masa. Dari mesin ketik, mesin hitung, mesin kalkulator, mesin pencetak kwitansi, dan mesin hitung. Mesin ketik sangat tua ini jadi barang langka. Demikian juga dengan koleksi uang kuno, sangat jarang ditemui di museum lainnya,” tuturnya.
    Sejak pandemi Covid-19, Museum Bumiputera 1912 di Magelang terpaksa ditutup total. Padahal menurut Wahyu, dalam sehari biasa mendapat kunjungan hingga 50 orang.
    ”Di sini tidak ditarik biaya alias gratis. Tapi selama pandemi ini layanan museum ditutup total,” terangnya. (wid)