Sidak, Satgas Covid-19 Kota Magelang Beri Apresiasi KRAP 2022 Patuhi Prokes

SUMBING. Pemandangan menakjubkan di SAS kompleks Gelora Sanden Kota Magelang yang tampak Gunung Sumbing di belakangnya.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
SUMBING. Pemandangan menakjubkan di SAS kompleks Gelora Sanden Kota Magelang yang tampak Gunung Sumbing di belakangnya.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Magelang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) pelaksanaan Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) Walikota Magelang Cup 2022 di hari ketiga, Minggu (6/3).

“Secara umum protokol kesehatannya diterapkan dengan baik. Tadi juga ada informasi, kalau ternyata atlet, wali atlet, dan official diswab antigen selama dua kali. Ini yang perlu dicontoh event-event yang lain, kalau testing itu penting,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang Joko Budiyono.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu mengatakan, wilayah ini sejak dua pekan lalu masuk level 4 PPKM. Hal ini memaksa setiap kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan harus tunduk terhadap ketentuan pembatasan 25 persen dari kapasitas.

“Venue di Samapta Aquatic Stadium (SAS) mampu menampung ribuan orang. Tetapi di sini yang dipersilakan masuk hanya yang sedang berlomba saja. Sementara yang lain dipersilakan di luar area SAS. Tentunya ini konsep yang bagus, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga meninjau ketersediaan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan, seperti wastafel cuci tangan, alat deteksi suhu, dan alat bantu pembatasan kerumunan.

“Prinsipnya protokol kesehatan yang dilakukan sudah bagus. Kami harap setelah event ini level kita akan semakin turun dan Kota Magelang bisa menerapkan level terendah seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, per Minggu (6/3) kasus Covid-19 di wilayah Kota Magelang bertambah 26 kasus. Namun, kabar baiknya di hari yang sama angka kesembuhan mencapai 39 orang.

“Secara umum kasus sudah mulai menunjukkan penurunan. Angka kesembuhan lebih banyak dibandingkan laju kasus baru. Memang varian omicron ini lebih cepat penyebarannya tapi tingkat keparahannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan delta,” pungkasnya. (wid)