Sesak Napas Lalu Minta Tolong Dikerik, Tak Lama Sarman Ditemukan Tak Bernyawa Saat Mencari Rumput

EVAKUASI. Petugas saat melakukan evakuasi terhadap jenazah perumput asal Pituruh di Kecamatan Kemiri. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)
EVAKUASI. Petugas saat melakukan evakuasi terhadap jenazah perumput asal Pituruh di Kecamatan Kemiri. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Warga Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh digemparkan dengan meninggalnya Sarman (67) warga RT 01 RW 02 desa setempat secara mendadak saat beraktivitas di kebun, Kamis (19/5).

Diketahui, saat ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Sarman tengah mencari rumput di sebuah pekarangan milik warga Dusun Temanggungan Lor RT 01 RW 05 Desa Rejowinangun Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo.

Kapolsek Kemiri AKP Miswanto menungkapkan, menurut keterangan saksi Somiran (74) warga Dusun Temanggungan bahwa sekira pukul 10.30 WIB Somiran sempat berteriak-teriak memanggil dirinya yang posisinya berada tidak jauh dari posisi Somiran merumput.

“Korban sempat berteriak memanggil saksi Somiran untuk meminta tolong kepada yang bersangkutan yang pada saat itu sedang mencari rumput tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kepada Somiran korban kemudian mengeluhkan nafas sesak dan nyeri dada. Sarman sempat meminta tolong dikerik atau kerokan kepada Somiran. Karena saksi tidak membawa minyak untuk kerokan kemudian saksi pulang kerumah untuk mengambil minyak kayu putih,” terangnya.

Sebelum meninggalkan korban Sarman, Somiran sempat memanggil saksi lain yakni Nasrodin (69) untuk menemani korban sambil memijat korban. Setelah selesai dikeroki oleh Somiran, korban kemudian pamit karena sudah merasa enak.

Kurang lebih berjalan sekitar 50 meter korban lemas dan muntah-muntah. Tak berselang lama korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga bahwa korban sebelumnya memang sudah mengeluh sakit kepada istrinya.

“Kemudian saksi Somiran dan saksi Nasrodin, memberitahukan kejadian tersebut kepada perangkat desa, dan melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kemiri,” tandasnya.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan medis oleh petugas medis Puskesmas Kemiri pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

“Tidak terdapat unsur tindak pidana. Atas kejadian tersebut pihak keluarga atau ahli waris bisa menerima sebagai suatu musibah dan menolak dilakukan outopsi,” pungkasnya. (luk)