Serunya! Delapan Destana di Temanggung Adu Cepat Pasang Tenda Pengungsian

RAKIT. Anggota Desatana dari berbagai desa sedang merakit tenda pengungsian saat lomba memasang tenda dilakukan di BPBD Temanggung, Senin (29/8).(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAKIT. Anggota Desatana dari berbagai desa sedang merakit tenda pengungsian saat lomba memasang tenda dilakukan di BPBD Temanggung, Senin (29/8).(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Delapan Desa Tanggung Bencana (Desatana) di Kabupaten Temanggung berlomba menjadi yang terbaik dan tercepat dalam memasang tenda pengungsian yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Senin (29/8).

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Toifur Hadi mengatakan, di Temanggung sebenarnya ada 21 Destana, namun yang bisa mengikuti lomba memasang tenda pengungsian saat ini hanya delapan desa saja.

“Belum semua desa bisa mengikuti lomba ini, karena beberapa alasan,” katanya.

DIsebutkan, delapan desa yang mengikuti lomba tersebut di antaranya, Desa Tlahab dan Desa Kruwisan Kecamatan Kledung, Desa Caturanom Kecamatan Parakan dan Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang.

Dikatakan, Destana memang dituntut untuk lebih memahami penanganan bencana alam, salah satunya adalah memasang tenda pengungsian ini.

“Keterampilan, ketangkasan serta kecepatan dalam memasang tenda pengungsi memang menjadi salah satu tuntutan bagi Destana, apalagi saat terjun langsung di lokasi bencana alam,” terangnya.

Menurutnya, lomba memasang tenda ini sebagai salah satu sarana komunikasi bagi para Destana dan relawan bencana alam di Temanggung. Dengan langkah seperti ini ke depan semua relawan dan destana semakin kompak.

Selain itu lanjutnya, lomba memasang tenda ini juga sebagai salah satu pembinaan bagi Destana-Destana di Temanggung.

“Semakin sering ada koordinasi dan bertemu maka hubungan di antara destana, relawan dan BPBD akan semakin rekat, demikian pula dengan penanganan saat terjadi bencana alam,” tutupnya. (set)