Serius Garap BUMDes, Agar Tak Kelimpungan Jika Dana Desa Disetop

Bupati Afif Nurhidayat didampingi Kabag Prokompim Setda Satriyatmo dan camat Wadaslintang menghadiri festival desa di Desa Sumbersari, melihat objek wisata Tanjung Serut dan menantu kegiatan Desa Wisata Kumejing.
FESTIVAL. Bupati Afif Nurhidayat didampingi Kabag Prokompim Setda Satriyatmo dan camat Wadaslintang menghadiri festival desa di Desa Sumbersari, melihat objek wisata Tanjung Serut dan menantu kegiatan Desa Wisata Kumejing.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus mampu menggarap secara sungguh-sungguh potensi yang ada di desa. Sehingga ke depan desa akan semakin kokoh dan mandiri. Pemerintah desa diharapkan memberikan dukungan yang maksimal.

“Desa bisa maju dan mandiri, namun syaratnya  harus ada kerjasama yang baik dan sinergis antara para pelaku di desa, meliputi pengelola BUMDes, pemerintah desa dan kades,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat menghadiri Festival Desa di Desa Sumbersari Kecamatan Wadaslintang.

Bupati Afif Nurhidayat didampingi Kabag Prokompim Setda Satriyatmo serta jajaran Forkompimca Wadaslintang dan Paguyuban Kades Wadaslintang menghadiri festival desa di Desa Sumbersari, melihat objek wisata Tanjung Serut  dan menantu kegiatan Desa Wisata Kumejing.

Menurutnya, pertemuan para pelaku melalui festival desa akan memperkuat pola kerjasama dan jejaring diantara mereka dalam menggarap dan memaksimalkan potensi yang ada di desa. Sehingga masing-masing pihak akan menjalankan peran yang bagus dalam memajukan desanya.

“Kita optimis, kalau semua bisa saling mendukung dalam mengelola potensi yang ada di desa, maka peran yang jelas akan terbuka, pemerintah desa bisa fokus pada pelayanan. Sedangkan Bumdes bisa fokus cari duit, dan duit itu akan kembali juga ke desa,  itu akan memandirikan desa,” terangnya.

Pihaknya mengingatkan kepada pemerintah desa, bahwa desa tidak selamanya menggantungkan diri pada dana desa. Sebab pergantian pemerintahan sangat memungkinkan terjadi perubahan pada kebijakan, termasuk dana desa.

“Kita tidak tahu, hari ini masih dapat dana transfer desa, kalau besok dipotong , kita belum siap,  ya bakal kelimpungan, maka harus di support dorong penguatan bumdes, agar menghasilkan  profit menghasilkan. Kalau sudah jalan ada CSR, bisa untuk membantu masyarakat miskin,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Langgar Aturan, Puluhan Reklame Liar di Wonosobo Diturunkan Satpol PP

Berkaitan dengan hal itu, mantan ketua DPRD Wonosobo itu meminta kepada pemerintah desa, pengelola bumdes, dan komunitas pemberdayaan ekonomi masyarakat di kecamatan Wadaslintang untuk maksimal dan fokus, sebab mereka memiliki syarat untuk membangun desa dari sektor wisata dan juga potensi pertanian.

“Wadaslintang  memiliki anugerah alam yang luar biasa, waduk bisa memberi nilai tambah dan keuntungan,  pemancingan, ada karamba, ada ikan, ada pepes, ada potensi pertanian yang lain,” ujarnya.

Pihaknya berharap dari desa juga bermunculan para  wirausaha wirausaha baru, dan  pemerintah daerah hadir, bantu melalui pelatihan, membantu mengakses perbankan, sebab jika desa kuat maka negara akan kuat, namun sebaliknya jika desa lemah negara juga goncang.(gus)