Sepanjang 2020, Pemasangan Baru PDAM di Temanggung Turun

Direktur PDAM Tirta Agung Kabupaten Temanggung, Agus Riyanto

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sepanjang tahun 2020 lalu, tingkat kemampuan masyarakat Kabupaten Temanggung untuk melakukan penyambungan baru dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agung menurun. Kondisi ini menyebabkan tidak tercapainya target pemasangan baru selama pandemi COVID-19 terjadi.

Direktur PDAM Tirta Agung Kabupaten Temanggung, Agus Riyanto mengatakan, pandemi COVID-19 dampaknya sangat luar biasa, semua lini merasakan dan termasuk perusahaan yang dipimpinnya.

“Sedikit banyaknya kami juga merasakan dampak pandemi ini,” terangnya, Rabu (3/3).

Menurutnya, akibat pendemi Covid-19, target  sambungan baru  PDAM Tirta Agung pada tahun 2020 tidak tercapai, meski demikian untuk target dari pembayaran rekening air bisa melampui target  yang ditetapkan  .

Ia mengungkapkan, target semula dari sambungan baru pada tahun 2020 adalah kurang lebih sebesar Rp7,5 miliar, namun realisasi sebesar Rp7,1 miliar. Sedangkan dari rekening tagihan air target sebesar Rp6,1 miliar, dari target tersebut terealisasi Rp26, 5 miliar.

Sepanjang tahun 2020,target sambungan baru yakni sebanyak 2.000 sambungan namun hanya tercapai kurang lebih 80 persen.

Baca Juga
Terdampak Cuaca Ekstrim, Sebagian Penutup Candi Losari Terlepas

“Kalau tagihan penggunaan air memang bisa melebihi target, namun untuk sambungan baru sampai akhir tahun lalu belum memenuhi target,” ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu faktor tidak terealisasinya target sambungan baru adalah karena menurunnya kemampuan bayar masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak bagus karena dampak pandemi ini, namun kita masih cukup beruntung masih bisa mencapai angka 80 persen,” tuturnya.

Disinggung masalah tagihan rekening air, menurut Agus, memang ada sedikit penurunan pembayaran. Kendati demikian, Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung mempunyai kiat-kiat tersendiri untuk membantu para pelanggan.

“Salah satu caranya adalah pengurangan beban permeter kubiknya hingga 50 persen untuk rekening golongan sosial dan rumah tangga, selain itu kita beri kelonggaran untuk pelanggan dalam pembayaran rekening khususnya yang terlambat. Jika biasanya jika terlambat 3 bulan kita lakukan pemutusan sementara, sekarang kita longgarkan, pelanggan tidak harus membayar keterlambatan 3 bulan namun bisa dicicil satu atau dua bulan dulu,”jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bela Petani Tembakau, Anggota DPR RI Panggah Susanto Minta Pabrikan Juga Memikirkan Nasib Petani

Untuk saat ini Perumda Air Minum Tirta Agung telah melayani sekitar 45 ribu lebih pelanggan di 18 kecamatan se Kabupaten Temanggung, di tahun 2021 ditargetakan ada 2.500 sambungan baru. (set)