Sepakat Tunggu Penghitungan Suara Resmi KPU

    Sepakat Tunggu Penghitungan Suara Resmi KPU
    FORUM SILATURAHMI. Satbinmas Polres Wonosobo gelar acara Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, ormas,  partai politik dan saksi capres- cawapres, diruang rapat Polres Wonosobo.

    //Pemilu Damai dan Jurdil//

    WONOSOBO– Di awal bulan Ramadan 2019, Satbinmas Polres Wonosobo gelar acara Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, ormas, partai politik (parpol) dan saksi capres- cawapres di ruang rapat Polres Wonosobo.

    Hadir juga dalam acara tersebut, Wakil Bupati (Wagub) Wonosobo Agus Subagiyo,perwakilan Kodim 0707 Pasiops Kapten Sarwiyono, Ketua MUI Wonosobo Muchotob Hamzah, Sesepuh Muhammadiyah KH Soleh Yahya, Ketua FKUB Zaenal Sukawi, Ketua Bawaslu Sumali Ibnu Chamid, hingga komisioner KPU Kabupaten Wonosobo.

    Wagub mengemukakan, silaturahmi kamtibmas paska Pemilu 2019 merupakan forum penting untuk merajuk silaturahmi sekaligus memastikan bahwa kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Wonosobo aman, nyaman dan kondusif.

    “Kami putra daerah berterimakasih, kamtibmas di Wonosobo  adem, utamanya kepada jajaran Polres, Kodim, tokoh ormas, agama dan parpol,” ucapnya.

    Menurutnya, kondisi yang saat ini sudah tercipta sesuai dengan  visi dan misi Pemkab Wonosobo,  tetap bersatu untuk maju tetap berjalan dan untuk persatuan. Sehingga tidak perlu lagi memedam kebencian di tengah perbedaan pilihan.

    “Kami  juga mengapresiasi KPU Kabupaten Wonosobo yang telah melaksanakan pemilu 2019 dengan jujur, adil, transparan, obyektif dan terbuka. Hal tersebut juga berkat kinerja KPU dan Bawaslu serta aparat TNI-Polri yang sudah bekerja keras dalam mengamankan pelaksaan tahapan – tahapan Pemilu 2019,” katanya.

    Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras mengemukakan selesai pemilu semua pihak untuk kembali untuk merekatkan kesatuan dan persatuan serta tali silaturahmi, kembali bersatu membangun kota Wonosobo yang tercinta.

    “Dalam pelaksanaan pemilu sudah berjalan dengan kondusif sehingga harapan saya mari kita jaga bersama keamanan Wonosobo,” pintanya

    Diawal bulan Ramadan ini, pihaknya menegaskan bahwa  people power sudah selesai yaitu pada saat pemilu kemarin pada saat pemilihan kemarin. Kalau ada sesuatu masalah silahkan serahkan permasalahan kepada yang berwenang sesuai dengan koridor hukumnya. Karena negara ini adalah negara hukum sehingga semuanya harus berjalan sesuai dengan relnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melirik Potensi Usaha Budidaya Tawon Klanceng

    “Mari kita kawal hasil pemilu sampai selesai ke tingkat pusat dan kita tunggu hasil nya,” ujar Kapolres.

    Pihaknya berharap  kepada para tokoh agama, ormas  dan parpol, selesai pemilu ini agarWonosobo tetap aman dan tentram. Apabila ada hal hal yang dinilai kurang dan menimbulkan perselisihan sesuai dengan lembaga yang menangani dalam hal ini DKPP dan Mahkamah Konstitusi.

    “Mudah mudahan hadirnya bulan Ramadan dapat memperkuat hubungan tali silaturahmi kita. Negara kita negara hukum. Mari kita sama sama jaga silaturahim,” tandasnya.

    Sesepuh Muhammadiyah KH Soleh Yahya meminta kepada partai politik untuk menjaga situasi dan kondisi Wonosobo yang aman dan kondusif. Karena, bagaimanapun partai politik membawa peran penting dalam pemerintahan.

    “Momen saat ini mengingatkan kita bersama akan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Kita bersyukur ada dasar negara Pancasila yang menghubungkan kebersamaan kita dan persatuan kita. Dan sekarang Muhammadiyah sedang fokus di bidang pendidikan,” katanya.

    Menurutnya, ada kewajibana untuk memenuhi hak semua warga. Dalam sistem demokrasi pendapat masyarakat bisa didengar. Saling membangun setelah adanya pesta demokrasi akan membuat bangsa menjadi utuh kembali.

    Sementara itu, Ketua MUI Wonosobo  Muchotob Hamzah  menyampaikan kondisi politik saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi masa khilafah. Zaman khilafah waktu itu sesuai dengan zamanya dan jika sistem itu dipakai dijaman sekarang maka tidak akan bisa.

    “Zaman sekarang jika tetap memakai sistem ke lhilafahan maka akan ditentang hampir seluruh tokoh agama. Arti dari khilafah ialah sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

    Pihaknya bersyukur, berkat doa yang tak pernah putus serta kerja keras seluruh pihak terkait juga masyarakat Wonosobo, pelaksanaan pemilu di Kabupaten Wonosobo bisa berjalan dengan jujur, adil dan damai.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melirik Potensi Usaha Budidaya Tawon Klanceng

    Dalam acara tersebut juga dilaksanakan deklarasi sikap paska Pemilu 2019. Seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat serta alim ulama menghimbau masyarakat Wonosobo untuk terus menunggu dan menjaga situasi yang kondusif dan damai hingga penghitungan suara di KPU pusat selesai. (adv)