Seorang Perempuan Ditemukan Tergantung di Bawah Jembatan, Diduga Depresi Hidup Sebatangkara

GANTUNG DIRI. Petugas kepolisian bersama, TNI, dan tim medis mengevakuasi jasad seorang perempuan yang ditemukan tergantung di bawah jembatan Desa Kaliglagah Kecamatan Loano, kemarin. (Foto: eko sutopo)
GANTUNG DIRI. Petugas kepolisian bersama, TNI, dan tim medis mengevakuasi jasad seorang perempuan yang ditemukan tergantung di bawah jembatan Desa Kaliglagah Kecamatan Loano, kemarin. (Foto: eko sutopo)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Warga Desa Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dikejutkan dengan peristiwa penemuan seorang perempuan yang tergantung di bawah jembatan, Kamis (25/8) pagi.

Korban yang diketahui berinisial KN (55) merupakan warga  desa setempat. Diduga ia memutuskan gantung diri akibat depresi karena hidup sebatangkara.

Saat ditemukan, KN terlihat mengenakan jilbab warna biru muda, baju lengan panjang warna hijau, dan rok panjang warna hitam. KN gantung diri dengan menggunakan seutas tali yang diikatkan pada sebuah besi di bawah jembatan.

Kapolsek Loano, AKP Sarpan, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut.

“Ya, Desa Kaliglagah. Depresi, hidup sendiri,” katanya pada Kamis (25/8).

Diungkapkan, peristiwa gantung diri kali pertama diketahui oleh seorang warga. Setelah mendapati laporan itu, pihak Puskesmas setempat dan tim Inafis Polres Purworejo langsung diturunkan untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dilaporkan bahwa tidak ditemukan adanya luka akibat adanya kekerasan pada tubuh korban gantung diri.

“Berdasarkan keterangan dari Bidan Puskesmas Loano 2 (Banyuasin) dan Inafis Polres Purworejo tidak diketemukan luka bekas-bekas penganiayaan,” terangnya.

Setelah dipastikan tidak ada kejanggalan, jenazah korban gantung diri langsung diserahkan kepada kerabatnya untuk dimakamkan dengan layak.

“Pihak Keluarga juga sudah menerima sebagai musibah. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” terangnya. (top)