Senderan Tinggi 4 Meter Longsor Timpa 2 Rumah di Kampung Sitiung Wonosobo

HUJAN. Didera hujan deras selama  3 jam lebih, senderan setinggi 4 meter, di kampung  Sitiung RT 07 / RW 02 , Kelurahan Wonosobo Barat Kecamatan Wonosobo longsor.
HUJAN. Didera hujan deras selama  3 jam lebih, senderan setinggi 4 meter, di kampung  Sitiung RT 07 / RW 02 , Kelurahan Wonosobo Barat Kecamatan Wonosobo longsor.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Didera hujan deras selama  3 jam lebih, senderan setinggi 4 meter, di Kampung  Sitiung RT 07 / RW 02, Kelurahan Wonosobo Barat Kecamatan Wonosobo Longsor, dan menimpa dua rumah. Tidak ada korban jiwa, namun akses jalan kampung terputus dan kondisi rumah rusak berat. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Hujan deras mengakibatkan senderan longsor di Kampung Sitiung Wonosobo Barat, dua rumah rusak akibat tertimpa material longsor, tidak ada korban jiwa, tim BPBD dan relawan sudah turun ke lokasi,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, longsor terjadi setelah hujan deras dengan durasi lebih dari tiga jam, longsor setinggi 4 meter, panjang 15 meter dan lebar 2 meter. Di sisi lain, Kampung Sitiung Wonosobo Barat juga berada di area perbukitan yang cukup curam, serta rentan longsor, tim BPBD sudah melakukan pemantauan dan monitoring.

“Kita sudah ke lokasi dan melihat kondisi longsor, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah kelurahan serta warga setempat, agar dilakukan pemantauan bersama dan mengambil langkah antisipasi,” katanya.

Dijelaskan senderan yang longsor menimpa dua rumah, namun dihuni oleh empat keluarga. Selain itu longsor juga telah menutup saluran air di sekitar lokasi, sehingga upaya pertama yang dilakukan membuka akses bagi saluran air, supaya ketika hujan kembali turun air menemukan jalannya untuk pergi.

“Dari pantuan kita saluran air tertutup longsor, sehingga ada potensi longsor susulan jika tidak dilancarkan salurannya. Sedangkan untuk warga yang menjadi korban longsor sementara dievakuasi, sembari menunggu situasi kondusif,” ucapnya.

Pihaknya mengaku bahwa hujan deras dengan durasi lama tersebut memang cukup mengkhawatirkan, utamanya bagi kawasan permukiman di zona merah, dan Kampung Sitiung Wonosobo merupakan kawasan pinggir kota yang cukup rawan longsor karena berada di punggung bukit.

“Kami sudah melakukan himbauan kepada masyarakat Wonosobo, ketika hujan deras agar waspada dan memantau kondisi lingkungan masing-masing. Apalagi yang tinggal di kawasan zona merah longsor dan banjir,” pungkasnya. (gus)