Semrawut Kabel Utilitas di Kota Magelang, Kurangi Estetika Kota

SEMRAWUT. Kabel listrik dan telepon yang ada di sepanjang Jalan Pemuda, Pecinan Kota Magelang terlihat semrawut. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
SEMRAWUT. Kabel listrik dan telepon yang ada di sepanjang Jalan Pemuda, Pecinan Kota Magelang terlihat semrawut. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Rencana Pemkot Magelang merelokasi kabel utilitas yang semrawut di sejumlah jalan protokol secara bertahap urung dilakukan. Hal itu setelah melihat tingginya anggaran pemindahan kabel di bawah tanah.

”Rencana sebenarnya sudah dikaji. Awalnya kita ingin wajah Alun-alun sampai Pasar Rejowinangun (Jalan Pemuda), itu bebas dari kabel listrik, telepon, yang bikin suasana kurang indah. Tapi biayanya sangat mahal,” kata Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, kepada wartawan, Senin (1/8).

Kabel utilitas tersebut dipasang di atas tiang sehingga tidak mencerminkan kategori smart city yang selama ini digadang Pemkot Magelang. Kawasan Jalan A Yani hingga Pecinan Jalan Pemuda misalnya, belum mencerminkan penataan kota yang modern lantaran pemandangan kabel yang tidak tertata rapi.

”Ada kabel listrik, telepon, jaringan, dan lain sebagainya, sebenarnya kalau dipindahkan itu bisa. Hanya saja, biayanya sangat mahal. Bahkan, kabelnya harus yang khusus. Belum lagi, galian tanah yang harus didesain sedemikian rupa untuk menampung kabel-kabel itu,” jelasnya.

Sebetulnya, sudah sejak lama Pemkot Magelang akan memindahkan jaringan kabel di jalan-jalan protokol itu ke bawah tanah. Bahkan pernah ada kajian pengerjaan ducting sebagai wadah jaringan kabel bawah tanah. Terutama untuk wilayah Alun-alun hingga Pecinan.

”Penataan kota tentu saja tidak bisa praktis langsung diubah begitu saja. Butuh kajian, butuh biaya yang tidak sedikit. Tapi ke depan kita akan pelan-pelan. Mulai dari mengubah mindset masyarakat,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno menjelaskan bila jaringan bawah tanah itu terealisasi, akan ada banyak manfaat. Tidak hanya membuat wajah kota lebih rapi, tetapi juga memiliki potensi besar pendapatan asli daerah (PAD).

”Ini sudah dibahas tentunya, pemilik jaringan juga diuntungkan karena segi keamanan lebih terjamin, sehingga akan memicu investor berlomba-lomba investasi di Kota Magelang,” ucapnya.

Dia menyatakan, untuk dapat merealisasikan jaringan utilitas bawah tanah tersebut, pembuatan ducting perlu dimulai. Meskipun membutuhkan waktu yang relatif panjang.

”Paling tidak kita bisa memulainya. Kemudian dalam beberapa tahun ke depan, jaringan di wilayah perkotaan bisa terhubung. Selain itu, perlu membuat payung hukum dan juga kerja sama dengan pihak pemasang untuk memulai pembuatan utilitas bawah tanah,” jelasnya. (wid)