Sempat Meroket, Kini Harga Cabai di Temanggung Anjlok

PETIK. Salah satu petani cabai di Kecamatan Kledung sedang memetik cabai di lahannya kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PETIK. Salah satu petani cabai di Kecamatan Kledung sedang memetik cabai di lahannya kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Harga jual cabai di tingkat petani pasca perayaan Idul Fitri 1442 anjlok. Turunnya harga cabai saat ini membuat petani harus menanguk kerugian yang cukup banyak.

Sudiyat salah satu petani di Kecamatan Kledung menuturkan, sejak dua hingga tiga pekan terakhir ini harga cabai terus menurun. Harga jualnya sudah tidak sebanding dengan biaya tanam, perawatan hingga panen raya.

“Harganya sudah jauh di bawah harga tanam,” tuturnya, Selasa (8/6).

Ia mengeluhkan, saat ini harga jual cabai hanya Rp6.000 per kilogram, harga tersebut untuk cabai keriting hijau. Sedangkan harga cabai keriting merah hanya laku terjual Rp10.000 per kilogram.

Itupun katanya, untuk cabai dengan kualitas yang bagus, sedangkan cabai dengan kualitas kurang bagus harganya selisih Rp2.000 dari harga tersebut.

Tidak hanya cabai keriting saja, menurutnya, harga jual cabai sret cabaisetan) juga sama. Saat ini harga cabai yang dikenal super pedas itu hanya laku dijual Rp22.000 per kilogram.

“Saat ini semua jenis cabai harganya sedang turun,”tuturnya.

Ia menuturkan, saat ini tanaman cabai seluas kurang lebih 2.000 persegi miliknya sudah siap panen raya, padahal harga jual cabai saat ini sedang anjlok.

“Saya tanam kurang lebih 4000 tanaman cabai, biaya yang saya keluarkan untuk tanam cabai ini tidak kurang dari Rp7 juta ,”jelasnya.

Dengan harga jual saat ini katanya, petani bisa dipastikan akan mengalami bangkrut, apalagi hasil panen cabai saat ini tidak seperti harapan petani.

“Produksinya sekarang menurun, biasanya dalam satu tanaman cabai bisa menghasilkan 6 sampai delapan ons cabai sekarang paling banyak hanya 5 ons saja, kalau sampai akhir panen paling banyak hanya 5 kuintal saja,”tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Inilah Cara Unik! Satlantas Polres Temanggung Gelar Operasi Patuh Candi 2021

Senada juga diungkapkan oleh Rutini petani cabai lainnya, harga jual cabai saat ini sangat merugikan petani, apalagi saat ini pertumbuhan  cabai tidak maksimal, selain itu juga banyak diserang hama.

“Tidak hanya patek, ada penyakit daun kuning dan busuk batang,”tuturnya.

Memang diakuinya, saat ini mayoritas petani cabai di Kabupaten Temanggung sedang panen raya, sehingga harga jual cabai belum sesuai harapan petani.

“Kalau panen raya seperti ini memang harga jualnya menurun, semoga saja kedepan permintaan dari masyarakat bisa kembali naik, sehingga harga cabai bisa kembali normal,”harapnya. (set)