Semarakkan HUT KEMERDEKAAN RI, Kementan Tanam 77 Pohon Buah di Yogyakarta dan Magelang

Semarakkan HUT KEMERDEKAAN RI, Kementan Tanam 77 Pohon Buah di Yogyakarta dan Magelang
Memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang melakukan aksi penanaman 77 pohon buah di lingkungan kampus.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang melakukan aksi penanaman 77 pohon buah di lingkungan kampus. Penanaman dilakukan sejak tanggal 10 Agustus 2022 hingga hari ini (12/8/2022).

Diawali dengan penanaman pohon di Kebun Praktek Celeban dan Banyakan Yogyakarta. Dilanjutkan secara serentak di kebun Pusat Pendidikan Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang serta Kebun Praktek Karangsari dan Sempu Yogyakarta dan ditutup dengan penanaman pohon di kampus Magelang.

Selain pegawai dan mahasiswa, aksi ini diikuti pula oleh perangkat desa setempat yang nantinya ikut serta merawat pohon hingga menghasilkan. Pohon yang dipilih merupakan komoditas hortikultura dan perkebunan yaitu : mangga, kelapa degan, kelengkeng, alpukat, sirsak, jambu air, dan nangka.

Selain untuk menghijaukan lingkungan, komoditas ini bernilai ekonomi bagi masyarakat. Hal ini dijelaskan Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan Yogyakarta – Magelang, bahwa selain memperingati HUT RI ke-77 juga merupakan langkah nyata dukungan Polbangtan Yogyakarta – Magelang dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan mengurangi resiko kekurangan bahan pangan.

“Selain sebagai penghijauan, tanaman-tanaman tersebut nantinya akan menghasilkan buah untuk konsumsi atau komersil. Sehingga kita mendapat manfaat ganda,” jelas Bambang.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi pada kesempatan yang lain, bahwa saat kita menanam pohon, berarti kita menanam doa dan harapan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sesuai anjuran Mentan, SYL, aksi ini dilakukan secara serentak oleh seluruh instansi lingkup Kementerian Pertanian dalam rangka penghijauan lingkungan. Ini sebagai salah satu langkah mitigasi iklim untuk mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Paris Agreement untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2˚ C atau sedapatnya menekan hingga 1,5˚ C.

“Penanaman pohon ini sebagai langkah revitalisasi alam, peningkatan produktivitas lahan, mitigasi bencana dan perubahan iklim juga untuk mendorong terciptanya sumber ekonomi dan kemandirian masyarakat yang hasilnya dapat dinikmati bersama,” terang SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai instrumental revolusi mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas.

“Melalui proses menanam, diharapkan nilai integritas yaitu gotong royong, tanggung jawab, dan harmoni antara pemikiran dan tindakan tertanam. Karena kegiatan ini tidak hanya selesai sampai di sini, selanjutnya pohon-pohon ini tetap harus dirawat dan dipelihara dengan baik,” jelas Dedi.(hms)