Semaan Alquran di Masjid Agung Sehari 3 Juz

SEMAAN. Pembacaan ayat suci Alquran bernama semaan di Masjid Agung Kauman Kota Magelang yang sempat libur pada tahun 2020 lalu, kali ini digelar kembali.

MAGELANGEKSPRES.MAGELANG TENGAH – Sempat diliburkan pada Ramadan tahun 2020 lalu, tradisi semaan atau pembacaan Alquran di Masjid Agung, Kota Magelang digelar kembali kali ini. Namun, semaan ini dilangsungkan dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan.

Semaan Alquran sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 1950 silam. Tekniknya masih sama, sampai sekarang, yaitu dengan membaca tiga juz tiap hari, mulai Ramadan hari pertama sampai hari ke-20, sehingga terjadi dua kali katam.

Semaan pertama kala itu, dipimpin KH Nawawi Abdul Aziz yang dari Ponpes An Nur, Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Kemudian dilanjutkan oleh KH Muslim Nawawi hingga tahun 2013.

Saat ini, semaan Alquran di Masjid Agung Kauman dipimpin cucu KH Nawawi Abdul Aziz, Gus Adib. Semaan dimulai pukul 13.00 sampai 14.30 WIB. Rata-rata yang mengikuti semaan Alquran ini orang sepuh atau lanjut usia.

“Semaan di Masjid Agung Kauman dulu dari kakek saya sekitar 50 tahun, lalu diteruskan paman saya sekitar 10 tahun. Mulai 2014, saya yang diamanahi dari Takmir Masjid Agung sini untuk mengampu,” kata Gus Adib saat ditemui usai semaan Alquran di Masjid Agung, Rabu (21/4).

Gus Adib yang juga pengasuh di Ponpes An Nur Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul tersebut menambahkan, pada tahun 2020 semaan Alquran di Masjid Agung Kauman diliburkan karena pandemi Covid-19. Tahun ini diadakan kembali, dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita terapkan jaga jarak antara satu sama lain. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat normal kembali,” katanya.

Sementara itu, Asnawawi (56), salah seorang pelaku semaan Alquran mengaku mengikuti tradisi itu sejak 1978. Kala itu ia hanya ikut-ikutan orangtuanya yang berasal dari Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Tim Timor Amankan Pelajar yang Diduga akan Tawuran

“Saat kecil saya ikut Bapak, jalan kaki dari di rumah menuju masjid. Rasanya senang sekali. Sampai sekarang, masih sama rasanya tidak berubah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pensiunan Polri, Kasjo (67), yang ikut semaan Alquran sejak satu dekade lalu. Menurutnya, bisa ikut semaan Alquran ini membuat hatinya semakin tenang.

“Rasanya ‘ayem’ (tenang) bisa ikut semaan dari puasa hari pertama sampai puasa hari ke-20,” kata Kasjo, warga asal Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu. (wid)