Seluruh Forkominda di Temanggung Sudah Divaksin

VAKSIN. Ketua DPRD Temanggung menjalani vaksinasi Covid-19 di Pendapa Pengayoman Temanggung

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sejumlah pimpinan serta pejabat pratama di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Temanggung yang sebelumnya gagal divaksin Covid-19, akhirnya pada Selasa (9/2), bisa divaksin setelah menjalani sejumlah pemeriksaan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pimpinan di Kabupaten Temanggung seperti Bupati M Al Khadziq, Ketua DPRD Yunianto, Sekda Temanggung Harry Agung Prabowo dan pejabat lainnya tidak bisa menjalani vaksinasi Covid-19 karena mengalami hipertensi.

“Pada pencanangan vaksinasi Covid-19 akhir bulan lalu belum bisa, karena ada kendala tertentu, sekarang kami sudah lolos screening,” kata Bupati Temanggung M Al Khadziq, Selasa (9/2).

Bupati mengatakan, semua Forkominda sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Selanjutnya vaksinasi akan dilakukan sesuai dengan tahapannya.

Baca Juga
Polisi Mulai Divaksin, Kapolres AKBP Ronald: Vaksin Aman, Jangan Takut

“Tadi divaksin pukul 09.30, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak ada gejala apa-apa. Selama 30 menit diobservasi juga lancar tidak ada kelainan tidak ada masalah,” ujar Khadziq.

Setelah ini sesuai arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, vaksinasi akan menjangkau di sektor publik seperti pedagang pasar, supir angkutan umum, pegawai negeri, perangkat desa dan yang lainnya.

“Harapan saya semua dapat terealisir dengan baik. Semua masyarakat Temanggung yang menjadi sasaran vaksinasi ini bisa berjalan lancar,” harapnya.

Khadziq mengaku lega lantaran pejabat tinggi Temanggung sudah bisa dilakukan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, pasca dilakukan vaksinasi, tidak timbul gejala yang menonjol hingga 30 menit observasi. Selanjutnya, Khadziq berharap kepada semua masyarakat Temanggung agar menyiapkan diri manakala jatah vaksin telah sampai ke sasaran warga.

Kepala Dinas Kesehatan, Suparjo menambahkan, dari total sasaran 3.015 orang, sebanyak 400-an orang tidak bisa divaksin karena masuk kategori penyintas, hamil, dan menyusui yang masuk kategori inklusi.

Artikel Menarik Lainnya :  Awas! Varian Mu Berpotensi Hindari Kekebalan Tubuh

“Pemberian dosis pertama kemarin, persentase pencapaian vaksinasi 72 persen. Dari total 2.780 sasaran yang mendapatkan e-ticketing vaksin, tercapai 2.180 orang yang sudah tervaksin. Sisanya tertunda, dilanjutkan vaksinasi kali ini. Seperti pak Bupati dan lainnya,” terangnya di Pendopo Pengayoman.

Bagi yang baru dilakukan penyuntikan dosis pertama, akan dilakukan penyuntikan dosis kedua selang 14 hari. Terkait nakes yang positif Covid-19 pasca dilakukan vaksinasi, Suparjo menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan.

Secara teoritis, bagi orang yang telah divaksin dan tidak terjadi efek samping serius, 92 persen bakal terbentuk antibodi.

“Namun masih ada 8 persen kemungkinan bisa saja terpapar. Alhamdulillah saat ini aman,” tuturnya. (set)

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun