Selama Ramadan, PKL Pusat Kuliner Gantian Jualan 2 Hari Sekali

DIBATASI. Pedagang di kawasan kuliner Tuin Van Java dibagi dua shift, di mana pedagang shift siang bergantian berjualan dengan shift malam selama dua hari, di bulan Ramadan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DIBATASI. Pedagang di kawasan kuliner Tuin Van Java dibagi dua shift, di mana pedagang shift siang bergantian berjualan dengan shift malam selama dua hari, di bulan Ramadan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pedagang di pusat kuliner Tuin Van Java, Alun-alun Kota Magelang dibagi menjadi dua shift selama Ramadan. Pemkot Magelang mengambil langkah tersebut, agar semua pedagang bisa tetap berjualan selama bulan suci, tanpa mempergunakan kawasan Alun-alun.”Sudah ada kesepakatan dengan para pedagang bahwa yang berjualan dibagi dua shift. Jadi, tidak ada yang jualan siang hari selama Ramadan 1443 H,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Catur Budi Fajar Soemarmo, kemarin.

Ia menuturkan, kebijakan tersebut sudah memperoleh persetujuan dari Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Tuin Van Java. Mereka sanggup menjual dagangan secara bergantian setiap dua hari.

”Selama ini kan TVJ terbagi jadi dua shift yaitu pedagang siang dan malam. Nah, yang shift siang ini karena selama Ramadan mereka tidak berjualan, sehingga diatur. Mereka tetap dapat berjualan bergantian dua hari sekali dengan pedagang shift malam,” ucapnya.

Pembagian shift ini, sebut Catur, bertujuan supaya di bulan suci Ramadan, para pedagang tetap menghormati umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tidak hanya PKL, dan pusat kuliner, rumah makan pun turut diimbau agar tidak membuka usahanya terlalu vulgar di siang hari. ”Kami beri apresiasi kepada pemilik warung makan dan PKL karena tanpa diminta sebenarnya mereka sudah mempraktikkan aktivitas toleransi di bulan Ramadan ini. Contohnya, tidak membuka warung makan siang hari terlalu vulgar, lalu PKL kuliner juga tidak jualan sebelum pukul 15.00 WIB,” imbuhnya.

Selama bulan suci, Pemkot Magelang juga menyediakan tempat khusus untuk “Jajanan Ramadan” atau takjilan. Tempat yang disediakan berada di Jalan Tidar depan RSUD Tidar Kota Magelang.

”Tempat yang diperbolehkan baru di situ (Jalan Tidar). Silakan berjualan di sana. Tapi harus dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PKL Tuin Van Java, Luis Lazuardy mengaku, pihaknya tidak keberatan jika harus meliburkan lapaknya selama dua hari. ”Kebijakan ini sudah kita terapkan sejak beberapa tahun lalu. Memang kalau Ramadan, biasanya lebih ramai. Jadi cukup adil kalau dibagi dua shift seperti tahun 2020 dan 2021 lalu,” ungkapnya. (wid)