Selain Prau, Gunung Bismo juga Jadi Tujuan Pendaki

JALUR. Pemandangan menarik di jalur menuju basecamp gunung Bismo via Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah
JALUR. Pemandangan menarik di jalur menuju basecamp gunung Bismo via Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Berdasarkan surat edaran dari Pemkab Wonosobo No.556/476 tertanggal 14 Juli 2020 dan sesuai hasil simulasi pada 4 juli, jalur pendakian gunung Bismo via desa Deroduwur telah resmi dibuka sejak 18 Juli lalu. Meskipun dengan protokol pendakian uji coba dengan adaptasi new normal yakni dibatasi jumlah maksimal 100 orang pendaki per hari.

Menurut salah satu petugas pendakian, Ulin, jalur gunung Bismo via Deroduwur memang terhitung baru sekitar dua tahun beroperasi namun cukup populer.

“Tentunya dalam masa uji coba di era new normal ini wajib memenuhi protokol kesehatan dengan tetap safety juga. Bahkan dengan dibatasi kuota per hari cuma 100 orang kami harapkan bisa menjadi awal yang baik. Banyak juga yang sudah mengirim DM (Direct Message) di akun Instagram kami untuk info pendakian,” ungkapnya.

Bahkan awal pekan lalu di masa awal pembukaan jalur pendakian beberapa pendaki berasal dari beberapa daerah. Memasuki musim Bediding atau musim dingin yang cukup ekstrim, para pengelola berharap para pendaki mematuhi aturan untuk keamanan dengan mengenakan peralatan lengkap. Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku. Meskipun pendakian gunung Bismo memang tidak seramai gunung Prau, namun pemandangan yang bisa didapatkan cukup spektakuler dengan jajaran pegunungan dieng hingga kawasan Wonosobo yang bisa dilihat dari puncaknya.

“Bagi yang ngecamp harapannya bisa membawa peralatan lengkap selain tenda juga kaus tangan, tutup kepala hingga sleeping bag untuk menghindari Hipotermia. Bagi mereka yang kondisinya kurang fit juga harapan kami menunda dahulu. Para pendaki juga biasanya dipersilahkan untuk beristirahat ketika baru saja datang apalagi dari luar kota agar tidak kelelahan dan naik ketika kondisi sudah optimal,” katanya. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang