Sejumlah Parpol Belum Tentukan Sikap, Pengamat Politik Prediksi Pilkada Diikuti 3 Paslon

Sejumlah Parpol Belum Tentukan Sikap, Pengamat Politik Prediksi Pilkada Diikuti 3 Paslon
Sejumlah Parpol Belum Tentukan Sikap, Pengamat Politik Prediksi Pilkada Diikuti 3 Paslon

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG  – Peta politik di Kota Magelang tak terpaku pada rekomendasi bakal pasangan calon dari PDI Perjuangan. Meskipun, PDI Perjuangan menjadi partai pemenang sekaligus pemilik kursi terbanyak di DPRD Kota Magelang dengan jumlah 9 kursi.

Pengamat politik Kota Magelang, Eny Boedi Orbawati mengatakan, beberapa partai politik selain PDI Perjuangan sebenarnya bisa bermanuver untuk mengikuti kontestasi politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Desember 2020 mendatang.

Dia juga memprediksi, Pilkada nanti akan diikuti tiga pasangan calon. Sebab, empat partai sejauh ini belum menentukan sikap.”Empat partai itu antara lain PKB, Partai Hanura, Perindo, dan Gerindra. Jika keempat partai ini berkoalisi maka sudah pasti bisa mengusung calon sendiri, karena syarat minimal mengusung calon adalah 20 persen dari total kursi, atau 5 kursi. Sedangkan, keempat partai ini punya 7 kursi,” kata Eny, Rabu (5/8).

Dosen Fisip Universitas Tidar (Untidar) itu mengatakan, saat ini yang sudah muncul ke publik baru satu calon yaitu dr HM Nur Aziz dan KH Mansyur Siraj (Aman) yang disebut-sebut telah diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PKS. Sementara PDI Perjuangan masih menunggu rekomendasi. Kemudian, Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan sikap.

Baca Juga
Trend Positif Covid-19 Terus Bertambah

“Komposisinya DPRD Kota Magelang punya 25 kursi, terdiri dari 9 kursi PDI Perjuangan, masing-masing tiga kursi, yaitu Partai Demokrat, PKB, PKS, dan Partai Golkar. Sedangkan Partai Hanura 2 kursi serta Gerindra, dan Perindo masing-masing satu kursi,” jelasnya.

Melihat jumlah kursi tersebut, maka ada kemungkinan nantinya Pilkada Kota Magelang terdiri dari tiga pasangan calon. Apalagi, PKB dan Partai Hanura, sama-sama belum menentukan sikap.

Artikel Menarik Lainnya :  Anggotanya Ditangkap Densus 88, MUI Menegaskan Kasus Ini Jadi Bahan Introspeksi Internal

“Kalaupun hanya PKB dan Partai Hanura bergabung, maka bisa menjalin koalisi untuk mengusung sendiri. Kuncinya adalah PKB karena punya tiga kursi. Tinggal memilih koalisi dengan Gerindra dan Perindo ataupun dengan Partai Hanura. Bisa juga keempat partai yang belum bersikap ini bergabung semuanya. Saya kira perubahan politik ke depan bisa saja terjadi,” paparnya.

Mantan Ketua KPU Kota Magelang itu menilai positif jika muncul tiga pasang bakal calon. Sebab, kondisi ini menunjukan demokrasi di Kota Sejuta Bunga berjalan dengan baik dan dinamis.

“Sejauh ini iklim demokrasi di Magelang sudah sangat baik. Hampir tidak ada konflik yang keras dan berkepanjangan, sehingga dalam pertarungan Pilkada nanti juga saya kira akan bersaing secara sehat,” jelasnya.

Eny menyebutkan, pada Pilkada tahun 2010 muncul sampai sempat pasangan calon. Tiga pasangan diusung partai politik, sedangkan satu pasangan maju dari jalur independen. Saat itu Pilkada dimenangkan oleh pasangan Sigit Widyonindito dan Joko Prasetyo.

Kemudian, pada Pilkada 2015, terdiri dari tiga pasangan calon, dua pasangan berasal dari partai politik, sementara satu pasangan calon berasal dari independen. Saat itu, Pilkada dimenangkan oleh pasangan Sigit Widyonindito dan Windarti Agustina.

“Tahun 2010 saya mengalami empat pasangan calon. Luar biasa waktu itu persaingannya dan menarik, karena ada pasangan dari jalur independen. Meskipun dari sisi lain potensi konfliknya juga lebih banyak dibanding hanya tiga pasangan, dua pasangan, atau calon tunggal,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Hanura belum menentukan sikapnya dalam Pilkada nanti. Sementara Partai Demokrat, Golkar, dan PKS sudah mengusung pasangan Aman. Sedangkan PDI Perjuangan masih menunggu rekomendasi dari DPP.

“Kami masih konsolidasi internal maupun vertikal dengan DPP. Sejauh ini belum ada rekomendasi dukungan dari pusat. Masih menunggu situasi dan kondisi yang tepat. Yang jelas, kami harus berkoalisi kalau ingin mengusung pasangan calon,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura Kota Magelang, HIR Jatmiko. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi 2022 Masih Jadi Prioritas, Anggarannya pun Ditambah